Terancam Pidana, KPU Bengkulu Pasrah

Oleh Tgl: May 8, 2014

BENGKULU – Proses pencermatan data dan penghitungan ulang di KPU Provinsi Bengkulu masih terhambat. Rapat pleno sesuai perintah Bawaslu dan KPU RI tanggal 5 Mei 2014 terancam tidak dapat selesaikan tepat waktu karena masalah teknis.

Ancaman pidana pemilu bila waktu akhir pelaporan hasil pencermatan tanggal 9 Mei besok membuat para anggota KPU Provinsi Bengkulu pasrah.

Ketua KPU Irwan Saputra mengatakan, apapun hasilnya dia bersama para komisoner tanggal 9 Mei tetap ke Jakarta dan memberikan laporan. “Kita tetap berangkat apapun hasilnya sampai besok pagi,” kata Irwan di Bengkulu (8/5/2014).

Kendala utama dalam pencermatan data ini kata Irwan adalah banyaknya dokumen C1 plano yang tidak ditemukan. Sesuai perintah bawaslu hitung ulang C1 plano harus dilakukan terhadap semua TPS di Kabupaten Kaur dan Mukomuko atau sebanyak 762 TPS.

Khusus Kabupaten Kaur pihak KPU, Bawaslu bersama saksi Partai Golkar dan PAN terpaksa membongkar kotak suara dan menghitung ulang surat suara. Tim dibagi menjadi 7 kelompok dan membaca kembali tiap lembar surat suara yang tidak diketemukan C1 planonya.

Untuk Kabupaten Mukomuko, dari 63 kotak suara yang harus dihitung ulang, KPU Mukomuko hanya berhasil menemukan sebanyak 40 dokumen C1 plano sisanya atau 23 kota suara terpaksa dibawa ke Bengkulu melalui jalur darat dengan waktu tempuh 8 jam perjalanan. Diperkirakan kotak suara akan tiba di Bengkulu pada Jumat 9 Mei jam 3 subuh.

“Kami akan berusaha keras dan kejar hingga besok siang. Jika tidak apa boleh buat. Apapun hasilnya itu yang kami laporkan,” tambah Irwan.

Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Parsadaan Harahap mengatakan, lambannya proses pencermatan ini karena KPU kabupaten tidak menghitung pencermatan sesuai perintah Bawaslu.

“Seperti di kabupaten Kepahiang mereka hanya melakukan di 7 dari 15 kecamatan. Terpaksa mereka buka dan hitung kembali untuk 8 kecamatan yang tersisa. Khusus Kaur dan Mukomuko semua TPS harus dihitung lagi semua C1 plano. Dokumen C1 planonya bahkan tidak ditemukan dan harus dibuka semua kotak suaranya,” ujar Parsadaan.

Untuk selisih penghitungan suara kata Parsadaan belum bisa dipresiksi sebab banyak terdapat selisih hitungan suarq dan bisa saja merubah komposisi perolehan kursi untuk DPR RI.

Komposisi 4 kursi DPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu berdasarkan pleno KPU Provinsi Bengkulu 23 April 2014, posisi pertama peraih suara terbanyak adalah Partai Nasdem dan menempatkan Sekjen DPP Nasdem Patrice Rio Capella melenggang ke Senayan. Posisi kedua direbut PDI Perjuangan dan mengutus ketua DPD PDIP Bengkulu Elva Hartati menjadi anggota DPR RI.

Urutan ketiga diraih Partai Gerindra dengan suara terbanyak ketua DPD Gerindra Bengkulu Susi Marleni Bachsin dan kursi keempat direbut PAN dengan suara terbanyak Dewi Coryati. Perolehan suara PAN hanya berselisih 85 suara dari raihan  Partai Golkar dengan Caleg Wasekjen DPP Golkar Rully Chairul Azwar. (dyo)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *