SPSI Benteng Tunda Aksi Hari Buruh

Oleh Tgl: May 1, 2014

BENGKULU – Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bengkulu Tengah atau Benteng terpaksa menunda aksi hari buruh karena menunggu Bupati yang sedang berada di Jakarta.

Ketua SPSI Benteng Edi Haryono mengatakan, penundaan terpaksa dilakukan atas permintaan Bupati Ferri Ramli.

“Surat pemberitahuan aksi sudah kami masukkan tanggal 30 April dan kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan. Karena Pak Bupati sedang ada di Jakarta dan beliau ingin ketemu langsung dengan para buruh, dia meminta untuk diundur satu hari. Aksi kami lakukan secara damai Jumat besok,” ujar Edi Haryono yang dihubungi lewat telepon (1/5/2014).

Tuntutan para buruh Benteng adalah mendesak Bupati untuk segera membentuk Lembaga Kerjasama Tripartide yang mewakili unsur buruh atau pekerja, pengusaha dan unsur pemerintah.

Para buruh juga mendesak segera dibentuknya dewan pengupahan kabupaten. Tujuannya adalah agar para buruh di Bengkulu Tengah bisa menentukan Upah Minimun Kabupaten  atau UMK.

Saat ini standar UMK Bengkulu Tengah mengikuti standarisasi Upah Minimum Provinsi Bengkulu sebesar Rp 1.300.000/bulan. Menurut Edi standar upah minimal BengkuluTengah adalah Rp 1.450.000/bulan.

“Standar upah ini juga menjadi perhatian bagi kami. Jika dewan pengupahan sudah dibentuk disini tentu akan mudah mendorong peningkatan kesejahteraan buruh lokal,” tegas Edi Haryono.

Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki potensi pertambangan, tercatat ada 16 perusahaan tambang batubara yang beroperasi disini. Satu perusahaan galian B yang memproduksi Batu Alam jenis Andesit. Bidang perkebunan, terdapat perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar PT Bio Nusantara dan beberapa perkebunan skala menengah.

Tidak kurang dari 10.000 buruh melakukan aktifitas dan menggantungkan hidup keluarganya disini. (dyo)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *