Harga Cabe Turun, Bengkulu Deflasi 0,04 Persen

Oleh Tgl: May 7, 2014
Cabe Ok

Walaupun beberapa barang dan jasa masih menunjukkan kenaikan harga seperti angkutan udara, bawang putih, daging ayam ras, kontrak rumah, sate, bawang merah, ikan bakar, ayam goreng, kentang, tongkol/ambu-ambu dan lain-lain

Dodi Herlando, M.Eng

BENGKULU – Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu merilis pada bulan April 2014, Kota Bengkulu mengalami deflasi 0,04 Persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Maret 2014 yang mengalami Inflasi sebesar 0,04 persen.

“Perkembangan harga barang dan jasa di Kota Bengkulu selama bulan April 2014 secara umum tercatat mengalami penurunan. Hal ini tercermin dari turunnya nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan April 2014 (IHK 2012 = 100) sebesar 0,04 persen,” Kepala BPS Provinsi Bengkulu Dodi Herlando, M.Eng.

Menurut Dodi, deflasi Kota Bengkulu terjadi pada dua kelompok yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,16 persen dan kelompok sandang sebesar 0,17 persen.

Deflasi pada bulan ini disebabkan oleh turunnya harga cabai merah, beras, bumbu masak jadi, telur ayam ras, tomat buah, emas perhiasan, pisang, mie kering istant, daging sapi, kol putih/kubis.

“Walaupun beberapa barang dan jasa masih menunjukkan kenaikan harga seperti angkutan udara, bawang putih, daging ayam ras, kontrak rumah, sate, bawang merah, ikan bakar, ayam goreng, kentang, tongkol/ambu-ambu dan lain-lain,” katanya.

Sedangkan, kata Dodi lima kelompok mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,56 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,20 persen dan kelompok pendidikan,rekreasi dan olah raga sebesar 0,04 persen.

Lebih lanjut, berdasarkan BPS di 82 kota di Indonesia, pada bulan April 2014. Dodi mengungkapan terdapat 43 kota mengalami inflasi, sementara 39 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,57 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Jember dan Samarinda sebesar 0,01 persen.

“Deflasi tertinggi terjadi di kota Jayapura sebesar 1,79 persen dan terendah di kota Lhokseumawe 0,01 persen. Kota Bengkulu dengan Deflasi 0,04 persen menempati urutan ke- 45,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *