Harga Cabe di Bengkulu Anjlok Harga Jengkol Melambung

Oleh Tgl: May 13, 2014

BENGKULU – Harga cabe merah di Kota Bengkulu anjlok hingga lebih dari 50 persen. Harga normal cabe merah besar berada pada kisara Rp 30 hingga 40 ribu/kilogram saat ini dijual seharga Rp8 ribu/kilogram.

Firman (42) Agen cabe di Pasar Minggu Kota Bengkulu mengatakan, menurunnya harga cabe bertahap sejak sepekan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh panen serempak yang dilakukan petani di Kabupaten Rejang Lebong dan meningkatnya suplay dari Provinsi Lampung.

“Sejak seminggu lalu harga cabe sudah bergerak naik. Panen serempak di Rejang Lebong dan suplay dari Lampung juga meningkat yang jadi pemicunya,” ujar Firman di Bengkulu (13/5/2014).

Sementara itu, Cabe merah kriting di Pasar tradisional dijual dengan harga Rp 12 ribu/kilogram, cabe hijau dijual dengan harga Rp 10 ribu/kilogram dan cabe rawit seharga Rp 15 ribu/kilogram

Penurunan harga cabe ini berbanding terbalik dengan harga jengkol di Bengkulu. Satu kilo jengkol setara dengan sekili harga daging sapi. Kondisi ini dipicu oleh mulai sedikitnya masyarakat yang membudidayakan tanaman tersebut.

Di Pasar Panorama Kota Bengkulu didapat harga jengkol muda dijual seharga Rp 48 ribu/kilogram, ini lebih mahal dibandingkan dengan harga ayam potong berkisar Rp 24 ribu per kilo gram. Sementara untuk jengkol tua berkisar Rp 60 ribu per kilo gram atau setara dengan harga daging sapi.

“Jengkol saat ini harganya sangat mahal setara dengan harga daging sapi, dan lebih mahal dengan ayam potong,” ujar salah seorang pemilik rumah makan di Bengkulu, Fatmawati.

Beberapa pengumpul jengkol di daerah ini menyebutkan mahalnya harga jengkol ditengarai mulai berkurangnya tanaman tersebut oleh masyarakat Bengkulu. Penebangan pohon jengkol liar di hutan untuk diambil kayunya juga memicu kurangnya suplay jengkol ke Kota Bengkulu.

“Saat ini susah mencari jengkol sehingga harga menjadi mahal sementara permintaan dari luar kota seperti Jakarta, tetap tinggi,” kata salah seorang pengumpul jengkol, Mahardi. (dyo)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *