Happy Salma Kembali Pentaskan “Monolog Inggit”

Oleh Tgl: May 5, 2014

JAKARTA – Setelah menuai kesuksesan pada pementasan di tahun 2011 dan 2012, Djarum Apresiasi Budaya kembali mendukung pementasan “Monolog Inggit” pada 10 Mei 2014 pukul 20.00 WIB di Teater Jakarta, TIM.

“Dengan mengangkat kembali pertunjukan ini, kami berharap seni budaya  dan sejarah bangsa Indonesia dapat dikenal dan dinikmati tidak hanya oleh masyarakat Indonesia namun juga dunia internasional,” demikian kata Riyadi Suparno, Direktur Eksekutif Jakarta Post yang dalam hal ini menjadi media partner pagelaran ini.

Selama kurang lebih 120 menit pertunjukan, Happy Salma akan memwaba penonton ke dalam cerita yang disutradarai oleh wawan Sofwan dan naskah yang ditulis oleh Ahda Imran. Kali ini, “Monolog Inggit” akan dikemas dengan sentuhan baru yang menggabungkan unsur-unsur tarian, musik gamelan Sunda dan didukung oleh multimedia. Kolaborasi ini akan menghadirkan pertunjukan epic dan pantas dinantikan.

Pergolakan jiwa Inggit Ganarsih akan divisualisasikan lewat tarian yang dibawakan oleh Tarian Kontemporer Studio Titik Dua. Suasana dan penghayatan lakon akan semakin syahdu dengan musik gamelan Sunda yang dibawakan oleh Gamelan Mustika Inggit serta paduan suara dari Seni Musik UPI Bandung.

HAPPY SALMA (tengah) bersama AHDA IMRAN (kiri)

HAPPY SALMA (tengah) bersama AHDA IMRAN (kiri)

Pementasan ini juga memasukkan unsur kekinian dengan penggunaan multimedia yang mendukung penggambaran beberapa peristiwa yang melatarbelakangi monolog yang disampaikan oleh Happy Salma.

“Inggih Ganarsih merupakan sosok yang berjuang dalam emraih kemerdekaan Indonesia dengan caranya sendiri sebagai seorang perempuan. Karena itu, Djarum Apresiasi Budaya kembali mendukung pementasan kali ini menggabungkan unsur tradisional dengan unsur kekinian melalui penggunaan gamelan dan multimedia yang menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan sosok dan perjuangan Inggit Ganarsih,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

MONOLOG INGGIT (2) - HAPPY SALMA

“Pementasan “Monolog Inggit” didedikasikan untuk mengenang sosok Inggit Ganarsih dan perjuangannya sebagai perempuan di masa kemerdekaan Indonesia. Tanggapan positif dan beragam dukungan terlebih dukungan Djarum Apresiasi Budaya pada pementasan-pementasan sebelumnya menjadi bukti bahwa kisah ini sudah mendapat tempat dan perhatian dari masyarakat. Dengan memasukkan tarian, musik dan multimedia, saya ingin mengajak penonton ikut larut dalam emosi Inggit yang sabar, setia, kesal, marah, berani namun tetap sederhana,” tutup Happy Salma. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *