923 Hektar Lahan Kritis Bengkulu Tidak Tersentuh Anggaran

Oleh Tgl: May 16, 2014
Hutan Rusak

BENGKULU – Provinsi Bengkulu dengan total wilayah seluas 1,9 juta hektar, saat ini memiliki lahan kritis tidak kurang dari 923 hektar.

Kawasan yang bisa menjadi sumber ekonomi itu justru tidak tersentuh anggaran untuk dikelola. Padahal APBD Provinsi Bengkulu akhir tahun 2013 lalu mencatat sisa anggaran atau silpa sebesar Rp103,6 miliar atau 11 persen dari total anggaran Rp 1,6 triliun.

Koordinator seknas Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggatan (fitra) Hadi Prayitno mengatakan, jebakan politik administrasi keuangan ternyata mempengaruhi pola kebijakan anggaran daerah untuk hanya diarahkan agar memperhatikan urusan wajib semata.

“Catatan silpa itu seharusnya bisa direlokasikan pada sektor kehutanan. Hutan kritis ini harus diselamatkan, ini sangat terkait dengan urusan lingkungan hidup,” ujar Hadi dalam diskusi di sekretariat Walhi Bengkulu (16/5/2014).

Rendahnya keseriusan pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk sektor kehutanan lanjut Hadi, merupakan pengingkaran terhadap misi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD tahun 2010-2015 tentang pengelolaan sumber daya alam sebagai penunjang pembangunan berkelanjutan.

“Artinya komitmen pemerintah daerah Bengkulu sangat rendah terhadap persoalan lingkungan hidup, padahal sangat beresiko terhadap timbulnya bencana yang dapat mengancam kehidupan masyarakat luas,” demikian Hadi Prayitno. (dyo)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *