6 Tanda Perempuan Flirting

Oleh Tgl: May 8, 2014

Para pria bacalah ini! Jangan sampai Anda salah membaca tanda dari si dia. Anda mengira dia tidak tertarik kepada Anda padahal justru dia sedang berusaha keras membuat Anda “sadar” dan  mengajaknya kencan. Atau Anda sangka dia suka dengan Anda padahal dia tidak punya maksud apa-apa dengan kata-kata dan gesture tubuhnya.

1. Tidak Berhenti Menatap

Ya, bisa dibilang, dia benar-benar sedang flirting dengan Anda. Ada beberapa cara, perempuan yang sedang flirting menatap Anda. pertama, dia memberikan tatapan dalam, sampai Anda sendiri tersipu dan membuang pandangan Anda. Kemudian ada juga perempuan yang memberikan tatapan malu-malu, sedikit mengerling dan mengalihkan pandangannya dari Anda secara perlahan.

2. Senyum

Dia memberikan senyuman paling manis yang pernah Anda terima. Senyumnya seperti karamel saat menatap Anda. Dia tidak henti-hentinya mengumbar senyum saat berbincang dengan Anda. Menimpali semua gurauan Anda dengan senyum. Sesekali matanya mengerjap—mata yang mengerjap menunjukkan ketertarikan.

3. Memainkan Rambut

Bukan membenarkan letak posisi rambutnya, ya. Ini seringkali dilakukan perempuan tanpa sadar bila dia bertemu dengan pria yang dianggapnya menarik. Dia seringkali memainkan rambutnya. Entah dengan cara memutar-mutar, memilin atau sesekali mendekatkan ujung rambutnya ke bibir.

4. Obrolan Bersambut

Tanda lainnya adalah, dia sangat senang mengobrol dengan Anda. Kemudian menimpali dan berusaha memperpanjang obrolan. Bisa jadi kalian punya kesamaan hobi dan kesenang. Pun, bila tidak, bila seorang perempuan tertarik dengan Anda, dia akan berusaha memperpanjang obrolan. Berharap, Anda mengajaknya bertemu di pertemuan selanjutnya.

5. Sentuhan

Dia tidak segan memberikan sentuhan, di pundak, paha atau punggung Anda. Ini menunjukkan kalau dia memberi perhatian lebih kepada Anda. Berharap Anda membaca kodenya dan melakukan sesuatu supaya kalian mengenal lebih dekat.

6. Ajakan Blak-blakan

Buat perempuan agresif, bila sangat tertarik dengan seorang pria, dia tidak segan untuk mengajaknya duluan. Mungkin tidak langsung dengan mengatakan, “Yuk, kita jalan bareng,” tapi bisa dengan ajakan yang lebih halus seperti, “Bagaimana kalau kita duduk di sofa supaya mengobrol lebih enak?” atau “Kita punya hobi yang sama, kapan-kapan mau keluar bareng?” (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *