Transportasi Udara Picu Inflasi Di Bengkulu

Oleh Tgl: April 2, 2014
Angkutan Udara

Pada bulan Maret 2014, Kota Bengkulu mengalami Inflasi 0,04 Persen. Inflasi pada bulan ini disebabkan oleh naiknya harga angkutan udara yang berlaku nasional

Dodi Herlando, M.eng

BENGKULU – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Dodi Herlando, M.eng mengungkapkan inflasi di Kota Bengkulu  tercatat 0,24 persen atau jauh meningkat dibanding bulan sebelumnya yang mengalami Deflasi sebesar 0,24 persen.

“Pada bulan Maret 2014, Kota Bengkulu mengalami Inflasi 0,04 Persen. Inflasi pada bulan ini disebabkan oleh naiknya harga angkutan udara yang berlaku nasional,” katanya di BPS Provinsi Bengkulu, Rabu (2/4).

Selain angkutan udara, penyumbang inflasi lainnya yang dicatat BPS yakni komoditas makanan. “Dimana beras, minyak goreng, sepeda motor, semangka, teri, kentang, bawang putih, terong panjang, dan pasta gigi juga memicu terjadinya inflasi,” tambah Dodi.

Inflasi Kota Bengkulu kata Dodi terjadi pada enam kelompok yaitu kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,85 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,34 persen,  kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,19 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,16 persen, kelompok sandang sebesar 0,10 persen,dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,06 persen.

Sementara kata Dodi beberapa produk makanan dan pertanian tercatat masih menjadi komoditas yang harganya tetap stabil dan memberikan andil untuk deflasi.

“Satu kelompok lagi mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,81 persen. Dimana beberapa barang dan jasa masih menunjukkan penurunan harga seperti cabai merah, bawang merah, jengkol, cabe hijau, daging ayam ras, obat dengan resep, daging sapi, sabun detergen bubuk/cair, cumi-cumi, air kemasan dan lain-lain,” jelas dia.

Disisi lain BPS mencatat laju inflasi tahun kalender Januari hingga Maret 2014 tercatat sebesar 0,83 persen sementara laju inflasi tahunan dari Maret 2014 sampai Maret 2013 tercatat sebesar 8,35 persen. (sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *