Tidak Terdata, Puluhan Jamaah Shalat Berhadiah Protes

Oleh Tgl: April 23, 2014

Ibu ini sudah 11 kali shalat dan rutin shalat tapi ditulis hanya 9 kali, padahal saya ini sudah tua masih dipermainkan

Rabaini

BENGKULU – Pelaksanaan program Pemda Kota Bengkulu Shalat Dzuhur berjamaah berhadiah yang memasuki minggu ke-11, Rabu (23/4) diwarnai aksi protes puluhan Jemaah. Apa pasal ? Hal ini lantaran nama – nama para Jemaah sama sekali tidak masuk daftar jemaah yang rutin shalat.

Protes Jemaah yang notabene perempuan ini terjadi usai pelaksanaan Shalat Dzuhur berjamaah yang diikuti langsung oleh Walikota Bengkulu H. Helmi Hasa, SE. Lebih dari 50 jemaah protes lantaran dari hasil publikasi di media massa nama mereka tidak dicantumkan sebagai Jemaah yang rutin shalat padahal untuk bisa mendapatkan reward dari program ini minimal shalat di masjid akbar At Takwa sebanyak 40 kali dan tidak pernah terputus.

Protes ini menyebabkan panitia yang biasanya mengumpulkan KTP sebagai absen, menjadi kewalahan terlebih ibu-ibu ini terus – terusan mengoceh dan akhirnya panitia memutuskan Jemaah menulis di KTP mereka berapa banyak jumlah shalat dzuhur berjamaah yang sudah dilakukan.

Seperti yang diungkapkan oleh Rabaini, warga yang tinggal di Jalan Bawal No 64, kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara ini mengatakan cukup kecewa namanya tidak dimasukkan dan terdata hanya 9 kali.

“Ibu ini sudah 11 kali shalat dan rutin shalat tapi ditulis hanya 9 kali, padahal saya ini sudah tua masih dipermainkan,” katanya.

Menurut wanita kelahiran 1956 ini, jika kebanyakan Jemaah lainnya protes dan sempat alpa pada saat pelaksanaan pemilu. Dirinya sama sekali tidak alpa lantaran waktu itu mencoblos di pagi hari.

“Waktu pemilu saya juga shalat. Kita ini kepingin sekali bisa naik haji. Kalau tidak terdata gimana bisa naik haji kan dek ?,” tanyanya kepada jurnalis yang mewawancarai.

Disisi lain Kabag humas Pemda Kota Bengkulu Salahuddin Yahya mengatakan panitia memberikan toleransi atas kelalaian Jemaah yang tidak mengumpulkan KTPnya sebagai absen dan memberikan kesempatan lagi untuk Jemaah yang tidak ikut shalat pada pelaksanaan pemilu.

“Kalau ada yang merasa sudah full shalatnya dan  lalai mengumpulkan administrasi. Panitia tetap memberikan dispensasi karena kita tahu tujuan akhirnya ini sebenarnya keberangkatan umrah dan haji yang memang syaratnya harus shalat lebih dari 40 kali,” jelasnya.

Untuk diketahui, dari publikasi media cetak hanya ada 66 yang terdata sebagai jemaah yang rutin menunaikan shalat dan setelah panitia mendata kembali nama-nama Jemaah dari KTP yang sudah dikumpulkan kemungkinan jemaah yang masuk nominasi akan bertambah. Para Jemaah sendiri akhirnya membubarkan diri dari dalam masjid usai didata. (sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *