Stok Pupuk Bersubsidi Hanya Cukup Sampai Oktober

Oleh Tgl: April 28, 2014

Cost produksi pupuk berdasarkan audit BPK terus naik padahal anggaran subsidi sudah kita naikkan dari 16,9 triliun tahun 2013 menjadi 18 triliun untuk tahun ini. Itupun hanya mampu menutupi biaya subsidi sebanyak 7,6 juta ton dari usulan 9,2 juta ton dalam RDKK

Herman Khoirun

BENGKULU – Ketersediaan pupuk bersubsidi diperkirakan hanya mencukupi kebutuhan petani hingga bulan oktober 2014.

Sebab anggaran yang disiapkan melalui APBN sebesar Rp21 triliun hanya mencukupi untuk pembelian pupuk sebanyak 7,6 juta ton dari kebutuhan 9,2 juta ton berdasarkan RDKK yang diusulkan kementrian pertanian dan perkebunan.

Wakil ketua komisi IV DPR RI Herman Khoirun menyatakan, anggaran 21 triliun dalam postur APBN 2014, sebanyak 3 triliun dipakai untuk membayar hutang subsidi 2013 dan 18 triliun untuk menalangi subsidi 2014.

“Cost produksi pupuk berdasarkan audit BPK terus naik padahal anggaran subsidi sudah kita naikkan dari 16,9 triliun tahun 2013 menjadi 18 triliun untuk tahun ini. Itupun hanya mampu menutupi biaya subsidi sebanyak 7,6 juta ton dari usulan 9,2 juta ton dalam RDKK,” ujar Herman di Bengkulu (28/4/2014).

Guna menutupi kekurangan ini Komisi IV DPR RI akan kembali memasukkan anggaran dalam struktur APBN Perubahan 2014. Jumlahnya sedang dalam pengkajian di kementrian pertanian dan perkebunan.

Pihak DPR mencurigai terjadi penyimpangan dan rembesan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Ini berkaitan dengan meningkatnya jumlah pembukaan lahan perkebunan di beberapa daerah.

“Ini yang harus diwaspadai. Kami minta komisi pengawasan pupuk dan pestisida yang sudah dibentuk di seluruh daerah bisa melakukan pengawasan secara maksimal. Kita sudah anggarkan 30 miliar untuk mengoptimalkan fungsi kerja komisi ini. Kasihan petani jika pupuk bersubsidi tidak sampai ke tangan mereka,” tegas Herman Khoirun. (dyo)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *