Samisake, Masyarakat Di 6 Kelurahan Gigit Jari

Oleh Tgl: April 17, 2014
Bagi Samisake

Ada yang kurang sebab dari target 67 kelurahan yang ada, realisasi Dana Samisake Capai Rp 14 M itu belum mengakomodir untuk warga Kota Bengkulu di 6 kelurahan, karena pencairan dana Samisake baru terakomodir untuk 61 keluragan saja

Benny Alamsyah SE MSE MA

BENGKULU – Lantaran Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di 6 kelurahan tidak memenuhi berkas dan syarat untuk menerima pinjaman dana Samisake, warga Kota Bengkulu di 6 kelurahan tersebut harus menunggu beberapa waktu sampai LKM dipercayai mendapatkan pinjaman dana Samisake.

“Ada yang kurang sebab dari target 67 kelurahan yang ada,  realisasi Dana Samisake Capai Rp 14 M itu belum mengakomodir untuk warga Kota Bengkulu di 6 kelurahan, karena pencairan dana Samisake baru terakomodir untuk 61 keluragan saja,” kata Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Satu Milyar Satu Kelurahan (Samisake), Benny Alamsyah SE MSE MA, Kamis (17/4).

Benny mengatakan penyaluran dana Samisake di Kelurahan Muara Dua, Anggut Atas, Anggut Bawah, Sumur meleleh, Padang Nangka  dan Tengah Padang ini harus ditunda lantaran tidak memenuhi berkas dan syarat yang sudah ditetapkan.

“Banyak kekurangannya, kami bisa saja membantu meminjamkan dana itu tetapi kan UPTD sama sekali tidak memegang uang dan tidak berhak juga mencairkan dana itu yang berhak DPKKA, jadi apa boleh buat harus menunggu,” katanya.

Benny sangat menyayangkan LKM di 6 kelurahan belum bisa memenuhi syarat untuk pencairan dana yang merupakan dana anggaran 2013 itu padahal selain dana tersebut menjadi silpa saja, menurut dia banyak warga di 6 kelurahan itu yang mengidam untuk menerima dana Samisake.

“Dari masukkan yang sudah ada banyak sekali masyarakat yang ingin meminjam, sayangnya harus menunggu dulu dalam dua bulan ini agar bisa dibantu untuk dicairkan, karena pantauan kita LKM juga sudah melengkapi apa yang dibutuhkan,” jelasnya.

Kendati demikian UPTD Samisake jelas Benny masih belum bisa memberikan kelonggaran untuk warga di 6 kelurahan meminjam dana Samisake di kelurahan lain yang lebih dulu menerima manfaat.

“Sebab ada petunjuknya bahwa menerima manfaat harus menggunakan asas domisili, dia berdomisili di tempat A makan harus minjam di tempat A. Kecuali dia berprofesi ditempat A tetapi domisili tempat B bisa dia minjam ditempat B,” demikian Benny.(sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *