Realisasi Dana Samisake Capai Rp 14 M

Oleh Tgl: April 17, 2014
Benny Samisake

“Sampai saat ini dana Samisake yang sudah dikucurkan untuk LKM/BKM sudah mencapai Rp 14 Milyar, ini dikucurkan sejak akhir 2013 lalu tepatnya tanggal 31 Desember 2013 sampai April 2014

Benny Alamsyah SE MSE MA

BENGKULU – Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Satu Milyar Satu Kelurahan (Samisake), Benny Alamsyah SE MSE MA mengatakan realisasi penyaluran dana Samisake dari 31 Desember 2013 sampai April 2014 mencapai Rp 14 Milyar.

“Sampai saat ini dana Samisake yang sudah dikucurkan untuk LKM/BKM sudah mencapai Rp 14 Milyar, ini dikucurkan sejak akhir 2013 lalu tepatnya tanggal 31 Desember 2013 sampai April 2014,” katanya, Kamis (17/4) di Kantor UPTD Samisake Kota Bengkulu.

Hal ini kata Benny, diketahui setelah pihak UPTD melakukan perekapan dan pengevaluasian dana bergulir Samisake ini kepada 61 LKM atau BKM yang sudah menerima manfaat.

“Sampai saat ini tim masih terus turun untuk merekap dan mengecak berapa banyak penerima manfaat yang sudah meminjam dana Samisake,” katanya.

Dari hasil evaluasi sementara UPTD Samisake yang berkoordinasi dengan lintas sektor terkait seperti Dinas Koperasi sebagai leading sector dan Bappeda Kota Bengkulu, diketahui sebagian Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di masing-masing kelurahan yang sudah menerima manfaat sudah mengembalikan dana pinjaman tersebut.

“Memang disalurkan pada bulan Februari dan Maret, tetapi sebenarnya LKM mulai jalan menjalurkan dana itu mulai Maret. Dan dari evaluasi saat ini tahapannya masyarakat rata-rata sudah melakukan pengembalian pertama dan kedua,” tambahnya.

Dikatakan Benny dana Samisake yang memiliki bunga 0,5 persen tersebut memang sengaja dipinjamkan Pemkot ke LKM yang sudah memenuhi syarat administrasi dan ketentuan, menurutnya ketika sudah ada pengembalian dana dari masyarakat, LKM bisa memutar kembali dana itu kepada masyarakat lainnya sehingga uangnya dapat berkembang lagi.

“Nah bunga 0,5 persen itu menjadi hak LKM/BKM untuk mengoperasikan lembaganya, kalau dinilai 0,5 persen itu sangat kecil tetapi kalau pinjaman dalam jumlah besar itu lumayan. Dan LKM pun mengembalikan lagi dana itu seperti nominal bantuan awal ke pemkot sebab pemkot hanya membantu saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, Benny mengatakan pemkot telah menetapkan pinjaman yang ditujukan ke LKM/BKM itu ditempohi sampai 2 tahun saja.

“LKM harus mengembalikan dana Samisake itu 2 tahun kemudian, kami menghimbau masyarakat membayar dengan rutin agar dana itu bisa terus digulir dan semua masyarakat kota yang membutuhkan dapat mencicipi dana Samisake,” tutupnya.(sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *