Pikir-pikir Dulu Sebelum Jatuh Cinta Dengan Bos

Oleh Tgl: April 30, 2014
I LOVE MY BOSS

Banyak risiko yang harus Anda hadapi bila memiliki hubungan cinta dengan atasan. Sebelum perasaan Anda terlalu jauh, cek dulu aturan jatuh cinta dengan bos berikut ini!

1. Yakin?

Apakah Anda yakin benar-benar jatuh cinta dengan atasan Anda? Bukan sekadar rasa kagum karena dia kelihatan berwibawa atau bisa jadi Anda simpatik karena Anda termasuk anak kesayangan bos? Sebelum berbicara terlalu jauh, Anda harus meyakinkan perasaan Anda dulu.

2. Single?

Bagaimana dengan status Anda? Apakah Anda single, bos sendiri? Jika salah satu dari kalian sudah memiliki pasangan, jangan terjebak hubungan tidak benar seperti itu. Mengikuti nafsu sesaat yang akan merusak karier Anda. Akhiri saja sebelum terlalu jauh.

3. Teman-teman Kantor

Jika Anda dan bos masih single, Anda harus tahu dulu bagaimana lingkungan kantor. Apa memiliki aturan dimana sesama karyawan tidak boleh memiliki hubungan. Ini yang harus Anda catat, jangan sampai karier Anda berantakan karena urusan cinta.

4. Profesional

Penting bersikap profesional, jika Anda pacaran dengan atasan Anda. Jangan sampai hubungan kalian menciptakan suasana tidak enak di lingkungan kantor. Terutama rasa iri karena merasa Anda dinomorsatukan ketimbang yang lain.

5. Jaga Perilaku

Jangan karena memiliki hubungan yang spesial membuat Anda dan bos kebablasan dan mengumbar kemesraan di depan umum. Ini yang harus dijaga, profesional dan ingat dimana kalian berada. Jika ingin melakukan hal-hal yang sifatnya pribadi, ada ruang-ruang privasi untuk melakukannya.

6. Tahan Telinga

Yang namanya kantor, jangan heran bila akan ada gosip-gosip, sering menjadi bahan cerita oleh rekan-rekan kantor, akan selalu diledeki bila kebetulan bersama dan sering dijadikan bahan candaan. Nah, ini yang harus dikuat-kuatkan, jangan emosi menghadapi rekan kantor yang demikian.

7. Keseriusan

Jika pada akhirnya hubungan Anda dan bos sampai ke tahap yang serius, Anda harus memikirkan salah satu dari kalian untuk mencari karier yang lain. Karena akan terasa janggal jika pasangan suami istri berada dalam satu kantor—satu divisi pula. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *