Pengusulan Benteng Marlbrough Jadi Museum Terancam Batal

Oleh Tgl: April 15, 2014
Benteng Marlbrough

Untuk menjadi museum itu harus memenuhi syarat dan ketentuannya. Sebab di Benteng Marlborugh ini beberapa benda peninggalan sejarah koloni Inggris ada yang tidak terawat dengan baik

Sri Mulyati

BENGKULU – Rencana Benteng Marlborough menjadi museum terancam batal, pasalnya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi selaku lembaga yang bertanggungjawab atas objek bersejarah ini mengatakan potensi Benteng Marlbrough belum dikelola dengan optimal.

“Untuk menjadi museum itu harus memenuhi syarat dan ketentuannya. Sebab di Benteng Marlborugh ini beberapa benda peninggalan sejarah koloni Inggris ada yang tidak terawat dengan baik,” kata Ketua Kelompok Kerja Pemeliharaan BPCB Jambi, Sri Mulyati, Selasa (15/4).

Sri mengatakan jika melihat kondisi saat ini pihaknya sedikit kecewa lantaran ada 2 Meriam dicat pilok oleh pihak Pemprov untuk mempercantiknya ketika pelaksanaan HPN.

“Padahal mengecat itu salah dan tanpa izin kami juga, sebab lihatlah jadinya sekarang bagian luar Meriam seperti mengelupas. Lalu kami juga kecewa ada dinding retak yang ditampal oleh semen. Padahal perawatannya bukan seperti itu,” tambahnya.

Selain persoalan itu, Sri menambahkan untuk memenuhi syarat menjadi museum, UPTD juga harus memenuhi syarat administrasi agar kedepan bisa melayani masyarakat, dan terbuka untuk umum. Serta kelayakan menghubungkan dan memamerkan benda dan cerita bersejarah kepada khalayak dibangunan Benteng Marlborugh.

“Sebab minat masyarakat datang ke museum sangat rendah. Jadi harus ada ide untuk mensiasatinya. Benteng Marlborugh sebenarnya menjadi pilihan ketika bangunan bersejarah dibaur dengan peninggalan yang bisa dijadikan museum, dan Kalau dikreatifkan menjadi informasi yang bagus,” katanya.

Meski kata dia, Dirjen dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan yang membidangi bangunan bersejarah ini sempat ingin menaikkan status Benteng Marlborough menjadi museum ketika berkunjung ke Kota Bengkulu pada pelaksanaan HPN, Februari 2014 lalu.

“Memang ketika HPN ada ide untuk menaikkan status Benteng Marlborough menjadi museum tetapi sampai saat ini belum ada lagi pembicaraan dari Kementerian untuk hal ini,” katanya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *