Pemilu 2014, Golput Diprediksi Capai 30 Persen

Oleh Tgl: April 14, 2014
Golput

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih masih sangat sulit. Apalagi dari 1,26 juta jiwa Daftar Pemilih Tetap DPT sekarang ini, diprediksikan yang telah menggunakan hak suara-nya di TPS masing-masing, tidak akan melebihi 1 juta

Panji Suminar

BENGKULU – Partisipasi pemilih pada Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 diprediksi masih tidak jauh berbeda dari Pemilu 2009 lalu. Dimana pada pemilu 2014 ini diprediksi tingkat partispasi masyarakat yang tidak memilih alias golput mencapai 25 sampai 30 persen dari total Daftar Pemilih Tetap atau DPT.

“Tingkat partisipasi masyarakat Provinsi Bengkulu yang tidak menggunakan hak politiknya pada Pemilu Legislatif 2014 ini, diperkirakan berkisar antara 25 hingga 30 persen,” kata Pengamat Politik dari Universitas Bengkulu Panji Suminar, Senin (14/4).

Penilaian itu diungkapkan Panji berdasarkan pengalaman Pemilu dan Pilkada tahun sebelum-nya sebab menurut dia sampai saat ini penyelanggara pemilu masih kesulitan untuk mengatasi masyarakat yang golput ini.

“Untuk meningkatkan partisipasi pemilih masih sangat sulit. Apalagi dari 1,26 juta jiwa Daftar Pemilih Tetap DPT sekarang ini, diprediksikan yang telah menggunakan hak suara-nya di TPS masing-masing, tidak akan melebihi 1 juta. Bahkan bisa saja, hanya akan bergerak di angka 800 ribu pemilih se Propinsi Bengkulu,” tambahnya.

Menurut Panji penyebab rendahnya partisipasi pemilih di Provinsi Bengkulu karena sosialisasi yang dilakukan lembaga penyelenggara Pemilu masih minim dan kurang mengena untuk menarik para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

“Sehingga diyakini masih banyak masyarakat terutama di wilayah pedesaan atau pelosok, yang belum mengetahuan tentang proses Pemilu,” tutur dia.

Dikatakan dia, kalau berkaca pada pemilu 2009 lalu yang angka golputnya mencapai 39 persen, dan jika pada pemilu 2014 angka golput masih kisaran 400 ribuan pemilih, berarti tidak ada perubahan dengan pelaksanaan pesta demokrasi rakyat dari yang sebelumnya.

“Meskipun begitu saya sangat berharap apa yang menjadi prediksi saya tersebut tidak benar, dan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2014 ini bisa lebih lebih baik dari sebelumnya. Semoga saja seperti itu,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *