Kondisi “Elsa” Harimau Diamputasi Semakin Membaik

Oleh Tgl: April 23, 2014
Harimau Elsa

Perlakuan pengobatan secara medis terus dilakukan untuk Elsa. Meski belum sembuh total namun ada perubahan yang positif dari proses amputasi kemarin

Drh. Erni Suyanti Musabine

BENGKULU – Setelah mendapatkan perawatan intensif selama 18 hari, kondisi Harimau Sumatera (Panthera tigris Sumatrae) yang kaki depan kanannya harus diamputasi semakin membaik.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Hewan BKSDA Bengkulu Drh. Erni Suyanti Musabine mengatakan meski jaringan yang diamputasi belum terbentuk namun kondisi harimau malang bernama Elsa ini sudah menunjukkan kondisi yang semakin membaik.

“Perlakuan pengobatan secara medis terus dilakukan untuk Elsa. Meski belum sembuh total namun ada perubahan yang positif dari proses amputasi kemarin,” katanya, Rabu (23/4).

Bahkan menurut dia kalau kondisi Elsa terus positif dalam waktu satu bulan jaringan bekas amputasi di kaki Elsa sudah terbentuk sehingga Elsa sudah bisa menapak dan menyentuhkan kakinya ke tanah.

Pihaknya sendiri untuk proses pengobatan selain memberikan Antibiotik, Antiinflmasi, Anti Radang dan  penghilang rasa sakit pengobatan juga dilakukan dengan tidak peroral yakni pemberian obat dengan cara injeksi untuk mencegah adanya parasit ditubuh loreng harimau itu.

“Sudah mulai terjadi pertumbuhan jaringan dan sudah mulai menutup, kondisi jaringannya juga tidak bernanah dan nekrosis (jaringan membusuk dan mati –red) dan kalau terus membaik biasanya 3 minggu sampai 1 bulan sudah sembuh total,” jelas dia.

Menurut Erni, Harimau yang dilakukan perawatan dan harus dikandang rentan terjadi stress sehingga sangat mudah diserang oleh Cacing Pita bahkan diduga Elsa sendiri sudah terserang Cacing Pita.

“Strees mempengaruh cacing meningkat, apalagi ciri-ciri Harimau cacingan seperti kulitnya kusam sudah terlihat namun kami harus meneliti lebih lanjut apakah Elsa ini benar-benar cacingan atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erni mengatakan meski dikandang nafsu makan Harimau betina ini juga tergolong baik meski pihak BKSDA harus menyiapkan menu khusus yang disukai yakni daging sapi segar dan ayam kampung segar.

“Kalau untuk pengaturan makannya ideal 6 persen dari berat badan. Karena estimasi kita berat badan Elsa sekitar 80 kg kami harus menyiapkan 4,8 sampi 5 kg perhari dengan menu daging sapi dan ayam kampung,” tutupnya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *