Kala Si ‘Ucok’ Tak Mau Bangun

Oleh Tgl: April 11, 2014
Disfungsi Ereksi

Bercinta adalah momen paling intim dalam hubungan suami istri. Sayang sekali terkadang percintaan tersebut tidak mencapai hasil maksimal seperti yang diharapkan. Banyak pria menyangka faktor penyebab “ketidaksempurnaan” tersebut karena ukuran “perkakasnya” yang kecil sehingga tak memuaskan istri tercinta.

Dr. Sumiardi Karakata Sp.U menegaskan “size doesn’t Matter”! Ukuran rata-rata normal penis pria adalah 8,5 centimeter sampai 10 centimeter. Sedangkan besar penis yang mengalami ereksi sekitar 14 hingga 18 centimeter.

Ukuran Bukan Masalah

“Pada umumnya para pria lupa bahwa besar dan panjangnya penis tidaklah berpengaruh,” kata Sumiardi. Ia menjelaskan ukuran vagina wanita akan menyesuaikan panjang dan besar penis pasangannya.

Bahkan kedalaman normal dari lubang vagina wanita yang belum melahirkan adalah 7,5 centimeter dan ketika wanita terangsang secara seksual ukuran dari kedalaman lubang vagina hanya bisa mencapai 10 centimeter.

Vagina pada wanita mempunyai kemampuan elastisitas yang sangat tinggi. Apabila proses penetrasi dilakukan secara perlahan, maka kedalaman dari lubang vagina dapat memanjang sebesar 100% hingga 200% dari ukuran normal. “Jadi ukuran penis sama sekali tidak berpengaruh dalam kualitas hubungan seksual,” tegas Sumiardi.

Bila ukuran bukan masalah lantas apa yang menjadi penghalang kepuasan bercinta? Ternyata disebutkan Sumiardi kekerasan ereksi merupakan faktor penting mencapai kepuasan seksual. Untuk melakukan hubungan seksual (senggama) dibutuhkan kondisi penis yang keras.

Adapun derajat kekerasan penis, Derajat 1; penis membesar tapi tidak mengeras,  Derajat 2; penis membesar cukup keras tapi tidak dapat melakukan penetrasi , Derajat 3; penis cukup keras dapat penetrasi tapi belum maksimal, Derajat 4; sepenuhnya keras dan tegang.

Lebih lanjut Sumiardi mengatakan derajat kekerasan penis kepada jumlah darah yang mengalir ke dalam korpora cavernova penis. Oleh sebab itu semua faktor (pembuluh darah, persyarafan, hormon dan psikis) yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke penis akan mengganggu ereksi.

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup keras untuk melakukan sanggama yang memuaskan. Dan  kondisi ini dialami sekurang-kurangnya dalam tiga bulan terakhir.

Sumiardi menambahkan masalah disfungsi ereksi dialami seiring dengan pertambahan usia. Berdasarkan penelitian, 39% pria pada usia 40 tahun mengalami disfungsi ereksi dan melonjak menjadi 67% pada pria di usia 70 tahun.

Selain faktor usia, sebab lainnya adalah penyakit kardiovaskular, gangguan hormonal, kencing manis (diabetes melitus), hiperlipidemi (kolesterol tinggi), gaya hidup tidak sehat, gangguan psikologis, anemia, penyakit peyronie dan kelainan anatomi pada penis, bedah pembuluh darah, penyakit vaskuler serta trauma tulang panggul.

Solusi untuk disfungsi ereksi bukanlah mak erot ataupun mitos-mitos zaman dulu yang menyebutkan bila mengonsumsi ekor kadal, cula badak atau mak erot dapat mengembalikan keperkasaan.

Menjalani pengobatan yang tepat dan benar adalah jalan terbaik mencapai kesembuhan. Misalnya saja dengan mengonsumsi obat yang diberikan dokter, terapi ereksi vakum yakni memasukkan penis ke dalam suatu wadah yang kemudian udara dipompa keluar sehingga darah terhisap masuk ke dalam penis dan ereksi terjadi. Sayangnya ini kerap kali memberikan ketidaknyamanan kepada pasangan.

Cara lainnya ada juga yang menggunakan terapi trans-uretra dengan memasukkan obat berbentuk butiran kecil lunak ke dalam uretra (mulut saluan kencing). Akibatnya, pembuluh darah terkumpul di dalam penis dan menimbulkan ereksi.

Dan injeksi obak ke dalam penis dengan menyuntikkan obal langsung ke dalam penis agar tercapai ereksi. Perlu diketahui, disfungsi ereksi dapat terjadi karena suasana yang tegang/stres. Karenanya menciptakan suasana rileks sebelum berhubungan amat baik.

Fokuskan pikiran pada kenikmatan bersentuhan dan keintiman dengan pasangan. Guna mengetahui keinginan pasangan agar tercipta suasana nyaman dan rileks penting dilakukan komunikasi.

Tak bisa dipungkiri seks akan lebih “menggigit” bila dilakoni dengan tubuh yang sehat. Karenanya hindari rokok dan alkohol serta perbanyak olahraga agar dapat memerbaiki aliran darah, memperkuat otot dan meningkatkan energi tubuh. Kalau sudah begitu, bercinta akan menjadi momen yang paling dinanti-nantikan pasangan. (T.Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *