Juni, Regulasi Pengelolahan Mess Pemda Tuntas

Oleh Tgl: April 3, 2014
Mess Pemda Bengkulu

Kita inginnya mess pemda memberikan kontribusi terhadap PAD Bengkulu, jadi aturannya harus benar - benar matang, kalau asal nanti bukan untung malah merugi

Ismed Lakoni

BENGKULU – Pemprov Bengkulu menepis dugaan banyak kalangan bahwa Mess Pemda hanya diperbaiki dan digunakan pada saat momen Hari Pers Nasional (HPN) saja dan dibiarkan setelah momen itu.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Ekonomi Pemprov Bengkulu Ismed Lakoni menurutnya saat ini pihaknya tengah menyusun regulasi atau aturan sebelum melemparkan pengelolaan Mess Pemda ke swasta atau pihak ketiga.

“Tidak ditelentarkan Mess Pemda itu, sekarang masih di Dinas PU Provinsi. Malah kita kini tengah membuat aturan sebelum memberikan kesempatan pihak ketiga mengelolahnya,” katanya kepada bengkuluonline, Kamis (3/4) petang.

Menurut Ismed Mess pemda yang dibangun pada masa Gubernur Bengkulu periode 2005 — 2010 Agusrin M Najamuddin dengan pendanaan sistem tahun jamak atau multiyears ini harus benar-benar sesuai aturan dan tidak asal beri ke pihak swasta saja.

“Pemprov ingin memberikan yang terbaik, jangan sampai gara-gara mess pemda kita terjerumus,” tambahnya.

Menurutnya aturan serta sistem bagi hasil untuk bangunan hotel yang berlokasi di Tapak Paderi berhadapan dengan Benteng Marlbrough ini jangan sampai merugikan daerah terlebih dana yang dikucurkan untuk membangun Mess Pemda sangat besar. Karenanya dia memperkirakan regulasi mess pemda ini baru bisa selesai Juni mendatang.

“Kita inginnya mess pemda memberikan kontribusi terhadap PAD Bengkulu, jadi aturannya harus benar – benar matang, kalau asal nanti bukan untung malah merugi,” katanya.

Jika regulasi sudah selesai dibentuk, Ismed mengungkapkan pemprov segera mengumumkan hal tersebut dan menampung serta mempertimbangkan pihak swasta yang berminat mengolahnya.

“Yang berminat sampai saat ini sudah banyak terutama grup perusahaan pengelola seperti Santika Hotel atau Aston Indonesia. Tetapi kita masih menunggu aturannya dulu, kalau aturan sudah dibentuk. Kita pakai sistem lelang nanti kita akan umumkan secara terbuka,” tambahnya.

Lebih lanjut terkait fasilitas Mess yang masih ada poin kekurangan seperti dapur, Ismed mengatakan hal ini juga akan menjadi tanggung jawab pengembang.

“Pemda tidak ikut campur lagi soal pembangunan dan pemeliharaan, fasilitas yang kurang bisa ditambahkan oleh pengembang, bisa ditambah dapur, kolam renang, ruang karoeke nanti pengembang yang ngaturnya. Pemprov tidak lagi membangun dan memelihara kita serahkan semua ke pengembang. Kita hanya terima Sharingnya saja dari pengembang,” tutupnya.

Untuk diketahui sebelumnya Wakil Gubernur Bengkulu Sultan Bahtiar Najamuddin prihatin akan kondisi mess pemda yang sejak pembangunannya belum juga memberikan kontribusi untuk PAD Bengkulu padahal sebelum HPN Mess Pemda menjadi icon Provinsi Bengkulu.(Sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *