Jangan Katakan Ini Saat Pasangan Marah

Oleh Tgl: April 11, 2014

Bisa jadi benar apa yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Surabaya—Ari Lasso, untuk mendapatkan hati perempuan, Anda harus menyentuhnya tepat di hatinya. Memang hati perempuan dari zaman dulu hingga sekarang selalu menjadi misteri yang tidak terjawab—bahkan oleh perempuan tersebut.

Tidak perlu heran dan menebak-nebak karena seringkali perempuan sendiri tidak memahami apa yang dia inginkan. Namun yang wajib Anda ketahui adalah, jangan pernah mengatakan hal ini kepada pasangan ketika dia sedang marah!

1. Terus mau kamu apa?

Pasangan Anda sendiri sebenarnya tidak tahu pasti yang diinginkannya apa sampai dia meledak seperti itu. Sebenarnya dia hanya ingin Anda mendengarkan semua luapan kekesalannya. Hindari kalimat ini jika Anda tidak ingin memperparah emosinya.

2. Kamu juga salah…

Jangan menyalahkan dia ketika emosinya sedang di puncak-puncaknya. Itu hanya akan membuatnya tambah menggelegak. Bisa jadi dia salah, tapi sebaiknya simpan itu ketika dia sudah cukup tenang untuk kalian membicarakan permasalahan.

3. Peluk

Ya….dia akan menolak, menyingkirkan tangan Anda dan berusaha menjauh. Tapi yang namanya perempuan itu hanya triknya saja. Para perempuan senang memainkan permainan ya artinya tidak dan tidak berarti iya. Ketika dia tepiskan, tetaplah memeluknya—erat dan kuat.

4. Kita bahas saat kamu tenang

Dia tidak akan menjadi tenang apalagi lebih tenang kalau Anda meninggalkannya. Justru dia akan merasa Anda tidak mau mendengarkan kesahnya. Sebaiknya tetaplah di sebelahnya meskipun telinga Anda harus sakit ataupun badan Anda perih karena cubitannya.

5. Maaf..maaf…

Jangan mengulangi perkataan ini apalagi jika ternyata ini tidak seutuhnya salah Anda. Cukup sekali atau dua kali mengatakan maaf. Sebaiknya Anda diam dan mendengarkan dia berbicara, Ya, memang seperti itu, Anda harus lebih banyak diam saat dia sedang emosi.

6. Mengancam putus

Bisa jadi ini efektif untuk sebagian orang. Tapi alangkah baiknya Anda menyimpan pernyataan putus ini untuk sebuah keadaan dimana kata itu memang Anda butuhkan bukan sekadar ancaman. Apalagi supaya pasangan berhenti menangis dan marah. (T. Alur)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *