Golkar Demokrat dan PKS Kehilangan Kursi Dapil Bengkulu

Oleh Tgl: April 23, 2014
Logo-KPU

Kita tunggu dulu mereka hadir baru pleno dibuka. Mereka baru menuntaskan rekapitulasi subuh tadi dan sedang dalam perjalanan ke Kota Bengkulu

Irwan Syaputra

BENGKULU – Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2009 di Bengkulu diprediksi bakal kehilangan kursi dari daerah pemilihan ini. Dua parpol lain yang juga bakal kehilangan kursi adalah Partai Demokrat dan PKS.

Berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara di 10 KPU Kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu, Partai Nasdem meraih posisi teratas dengan perolehan 125.541 suara. Sekjen DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella akan melenggang ke senayan dengan suara terbanyak yaitu 83.781.

Kursi kedua direbut PDI Perjuangan dengan 114.377 dan menempatkan ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu Elva Hartati sebagai peraih suara terbanyak internal dengan 28.965 suara.

Partai Gerindra diposisi 3 dengan perolehan total suara sebanyak 105.442 dan menempatkan ketua DPD Gerindra Bengkulu Susi Marleny Bachsin dengan raihan 32.274 suara individu.

Kursi terakhir diraih PAN dengan 90.218 suara dan menempatkan caleg pertahana Dewi Coryati yang mampu meraup 41.041 suara.

Golkar yang mengusung caleg pertahana Rully Chairul Azwar hanya mampu meraih suara sebanyak 89.677 disusul PKB dengan 78.266 lalu PKS 73.150 dan Demokrat dengan 71.204.

Pleno rekapitulasi yang dilakukan KPU Provinsi Bengkulu hari ini diprediksi bakal berlangsung panas. Ketua KPU terpaksa menunda pleno pertama setelah pembukaan karena 2 KPU kabupaten yaitu Mukomuko dan Bengkulu Utara belum hadir.

“Kita tunggu dulu mereka hadir baru pleno dibuka. Mereka baru menuntaskan rekapitulasi subuh tadi dan sedang dalam perjalanan ke Kota Bengkulu,” ujar ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra (23/4/2014).

Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Parsadaan Harahap menyatakan raihan suara berdasarkan pleno tingkat kabupaten/kota diprediksi tidak akan berubah jauh.

“Kemungkinan terjadi konflik sesama kader satu partai. Dan itu tidak akan merubah hasil akhir. Saat ini saja ada 10 pengaduan yang masuk ke Bawaslu dan berpotensi akan melaju ke gugatan di Mahkamah Konstitusi,” ujar Parsadaan.(dyo)

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *