Ekspor Bengkulu Turun 24,24 Persen

Oleh Tgl: April 6, 2014
Batubara

Dari semua ekspor ke berbagai pelabuhan itu, komoditi yang diekspor berupa Batubara, Cangkang Sawit, CPO, Karet dan Kayu Karet

Dodi Herlando, M.eng

BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat nilai Ekspor di Provinsi Bengkulu selama bulan Februari turun 24,24 % jika dibandingkan dengan bulan Januari 2014 lalu.

“Total Ekspor Provinsi Bengkulu pada Februari 2014 berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai nilai sebesar US$ 18,38 Juta, yang tercatat 52,38 persen diantaranya transaksi ekspor langsung melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Ini mengalami penurunan sebesar 24,24 persen jika dibandingkan pada Januari 2014 lalu,” kata kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Dodi Herlando, M.eng.

Dikatakan Dodi, nilai ekspor Provinsi Bengkulu terbagi lagi berdasarkan pelabuhan muatnya dimana ekspor melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai US$ 9,63 juta dengan Volume 158.940 ton atau 52,38 persen dari keseluruhan ekspor bulan Februari 2014. Lalu yang melalui pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai US$ 5,53 juta dengan Volume 6.101 ton atau sebesar 30,08 persen.

Untuk dua pelabuhan lainnya yakni melalui pelabuhan SM Badarudin Sumatera Selatan berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai US$ 3,14 juta dengan volume 1.444 ton atau sebesar 17,06 persen dan yang melalui pelabuhan Tanjung Priok DKI Jakarta berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai US$ 0,09 juta dengan Volume 37 ton sebesar 0,48 persen.

“Dari semua ekspor ke berbagai pelabuhan itu, komoditi yang diekspor berupa Batubara, Cangkang Sawit, CPO, Karet dan Kayu Karet,” tuturnya.

Jika dilihat dari komoditi yang diekspor, Batu Bara merupakan ekspor terbanyak yakni sebesar US$ 9,05 juta atau 94,03 persen, lalu ekspor cangkang sawit sebesar US$ 0,43 juta atau 4,44 persen dan ekspor Kayu Karet sebesar US$ 0,15 juta atau 1,53 persen.

Lebih lanjut, Dodi menjelaskan komoditi ini diekspor tujuannya ke India US$ 2,64 Juta atau 27,43 persen, diikuti Vietnam US$ 1,72 Juta atau 17,82  persen, Jepang US$ 1,65 juta atau 17,1 persen, Korea Selatan US$ 1,38 juta atau 14,29  persen, Malaysia US$ 0,60 juta atau 6,20 persen, Filipina US$ 0,59 Juta atau 6,08 persen, Kamboja US$ 0,48 Juta atau 5,04 persen, Taiwan US$ 0,43 Juta atau 4,44 persen dan China US$ 0,15 Juta atau 1,53 persen.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *