BPCB Jambi Teliti Kerusakan Benteng Marlbrough

Oleh Tgl: April 15, 2014
BPJB JAMBI

ekitar 1 cm material bangunan terbuat dari semen, sementara sisanya masih bangunan asli. Sebab material asli dari Benteng ini merupakan kapur sehingga kalau ada elemen semen artinya ada pemugaran yang sempat dilakukan

Kriswandhono

BENGKULU – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi melakukan kegiatannya studi teknis dan studi konservasi terhadap objek sejarah peninggalan kolonial Inggris di Provinsi Bengkulu, Benteng Marlbrough, Selasa (15/4).

“Studi teknis dan studi konservasi di Benteng Marlbrough ini bertujuan untuk mendapatkan data supaya didalam pelaksanaan konservasi nantinya pihak BPCB memiliki data yang akurat. Sehingga proses perbaikan cagarbudaya tidak asal-asalan. Sebab selama ini kita masih menggunakan sistem parsial saja,” kata Tenaga Ahli Konservasi Bangunan Kolonial, Ermitee Institute Konservasi, Kriswandhono.

Dari pantauan dilapangan, proses studi teknis dan konservasi ini dilakukan dalam bentuk penelitian material bangunan Benteng Marlbrough, dimana atap Benteng Marlbrough harus dibor untuk diambil sampelnya sebanyak 2 bongkahan berbentuk lingkaran.

“Kita ingin mengetahui bagaimana dampak kelembapan, air dan suhu terhadap bangunan ini memang kita sengaja mengambil material dibagian atap sebab bagian inilah yang paling riskan karena langsung ditimpa matahari, panas, dan air hujan. Sehingga mau tidak mau harus diambil materialnya dan cari yang paling tidak merusak adalah dibor,” tambahnya.

Menurut dia untuk mengetahui material dan hasil sampel ini pihak PBCB harus membawa sampel untuk diteliti di laboratorium Konservsi Borobudur, Jawa Tengah. Kendati demikian pihaknya sendiri secara kasat mengatakan bahwa dari bongkahan material Benteng Marlborugh itu menunjukkan ada pemugaran yang sempat dilakukan.

“Sekitar 1 cm material bangunan terbuat dari semen, sementara sisanya masih bangunan asli. Sebab material asli dari Benteng ini merupakan kapur sehingga kalau ada elemen semen artinya ada pemugaran yang sempat dilakukan,” tuturnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan penelitian ini bukan menandakan bahwa Benteng Marlborough sudah mulai rusak namun penelitian ini ditujukkan untuk perawatan saja.

“Memang sebagian Benteng ada yang mulai retak-retak dan berjamur tetapi masih kokoh dan kita akan segera melakukan perawatan. Penelitian ini bukan menandakan bangunan kita sudah rapuh,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *