BKSDA Bengkulu Himbau Warga Tidak Buru Harimau

Oleh Tgl: April 5, 2014
Harimau Sakit

Harus diketahui pemburu bahwa penganiayaan terhadap satwa langka dilindungi, ada ancaman penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta

Drh. Erni Suyanti Musabine

BENGKULU – Ditemukannya Harimau Sumatera (Panthera tigris Sumatrae) dengan kaki depan kanan yang sudah membusuk akibat jeratan dan harus diamputasi membuat dokter hewan BKSDA Bengkulu prihatin. Apalagi mengingat keberadaan hewan ini sudah sangat langka bahkan hampir mendekati punah.

“Jeratan seperti ini mengindikasikan bahwa masih banya sekali perburuan Harimau khususnya Harimau Sumatera di Provinsi Bengkulu,” kata Dokter Hewan BKSDA Bengkulu Drh. Erni Suyanti Musabine, Sabtu (5/4) di Kantor BKSDA Bengkulu.

Karena itu, petugas BKSDA Bengkulu ini menghimbau agar warga melestarikan keberadaan Harimau Sumatera sebagai aset fauna di Provinsi Bengkulu dan jangan memburu serta menganiaya hewan yang sangat langka ini.

“Harus diketahui pemburu bahwa penganiayaan terhadap satwa langka dilindungi, ada ancaman penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta,” terangnya.

Semua pihak termasuk masyarakat kata dia harus kompak melindungi harimau terlebih keterbatasan polisi hutan dan petugas BKSDA untuk berkeliling memantau keberaan fauna ini.

“Sebab juga tidak mungkin orang berkeliling setiap hari untuk menemukan satwa yang sakit terjerat dan mengejar pelaku penganiayaan hewan. Dibutuhkan bantuan semua pihak apalagi kita temukan harimau Elsa itu bukan di wilayah hutan BKSDA melainkan di sekitar HGU yakni di perusahaan perkebunan sawit swasta di Kecamatan Tanjung Kemudin, Kaur,” tutupnya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *