Beri Hak Publik, KPU Bakal Publikasikan Scanning C1

Oleh Tgl: April 12, 2014
formulir C1

KPU memang tidak melakukan hitung cepat tetapi hasil survey bukan juga menjadi tolak ukur hasil resmi KPU. KPU hanya melakukan scanner C1 sebagai bentuk transparansi

Siti Baroroh

BENGKULU – Meski banyak suguhan hasil quick count atau hitung cepat oleh lembaga survey yang sudah dikonsumsi masyarakat, namun bukan berarti menjadi hasil resmi KPU. Karenanya untuk memberi hak tahu kepada publik, KPU Provinsi Bengkulu bakal mempublikasikan scanner dokumen C1.

Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Divisi pendataan Siti Baroroh menurut dia quick count memang tidak dilakukan oleh KPU namun pihak KPU juga tidak melarang adanya lembaga survey yang melakukan hitung cepat. Tetapi KPU menyandingkannya dalam bentuk publikasi scanning dokumen/formulir C1.

“KPU memang tidak melakukan hitung cepat tetapi hasil survey bukan juga menjadi tolak ukur hasil resmi KPU. KPU hanya melakukan scanner C1 sebagai bentuk transparansi,” katanya kepada Bengkuluonline.com, Sabtu (12/4) petang.

Dikatakan dia, dengan adanya publikasi dokumen C1, masyarakat dimungkinkan mudah memantau hasil perolehan suara lewat image hasil scanning dokumen C1 yang dilakukan panitia pemungut suara dan diserahkan ke KPU Kabupaten atau Kota. Sehingga tidak ada alasan masyarakat mengklaim KPU tertutup akan informasi publik.

“Insya Allah semua elemen masyarakat bisa akses di pemilu2014.kpu.go.id,” tuturnya.

Lebih lanjut, Siti mengatakan karena saat ini proses rekapitulasi penghitungan surat suara masih berlangsung, hasil scanning formulir C1 itu masih belum bisa dipublikasikan terlebih masih banyak juga kelurahan yang melakukan proses penghitungan surat suara ulang.

“Formulir C1 dari seluruh TPS akan dikumpulkan ke KPU Kabupaten atau Kota, setiap KPU memiliki website dan semuanya akan dipublikasikan di website masing-masing KPU, atau nanti kalau proses scanner sudah selesai akan kita bagikan dalam bentuk DVD ke peserta pemilu,” jelas Siti.

Untuk diketahui formulir model C1 digunakan sebagai media pencatatan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya, pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya, dan jumlah pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), jumlah pemilih tetap serta jumlah pemilih dari TPS lain. Pencatatnya sendiri dilakukan oleh petugas di setiap TPS.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *