Bengkulu, Pertama Se-Sumatera Terapkan Pola Baru Diklat

Oleh Tgl: April 1, 2014
Sumardi

Pola baru ini pertama kali diselenggarakan di Provinsi Bengkulu dan merupakan penerapan pertama se- Sumatera

Sumardi, MM

BENGKULU – Pemprov Bengkulu melalui Pelaksana Tugas Sekdaprov Bengkulu Sumardi, MM mengatakan Badan Pendidikan Pelatihan (Diklat) Provinsi Bengkulu saat ini telah menerapkan 3 pola baru khususnya dibidang diklat kepemimpinan. Menariknya penetapan pola baru ini merupakan kali pertama di Badiklat Se-Sumatera.

“Diklat kepemimpinan hari ini mulai menerapkan 3 pola baru dan resmi diterapkan pada diklat tingkat IV. Pola baru ini pertama kali diselenggarakan di Provinsi Bengkulu dan merupakan penerapan pertama se- Sumatera,” katanya, Selasa (1/4).

Dikatakan Sumardi 3 pola baru ini meliputi tiga hal yakni kemampuan dalam menguasai secara teknis bidang tugas atau Tufoksi. Lalu Kemampuan dalam menerapkan kode etik yang dituntut oleh bidang tugas. Kemudian pola baru yang terakhir yakni kemampuan dalam mewujudkan rekrutmen dalam pelaksanaan tugas jabatan.

“Kombinasi ketiga kemampuan tersebut akan membangun profesionalisme pejabat eselon IV. Jika salah satu pola tersebut atau kompetensi tidak dimiliki oleh PNS yang tengah berada di Diklat maka dapat dikatakan sulit untuk masuk kategori pejabat struktural yang professional,” paparnya.

Menurut Sumardi penerapan ini untuk meningkatkan wawasan global, adopsi teknologi, inovasi dan kapabilitas mengingat sektor publik dan pelayanan masyarakat di Indonesia sangat tertinggal dalam hal pencapaian tujuan tersebut.

Disisi lain Kepala Badan Pendidikan Pelatihan (Diklat) Provinsi Bengkulu H. Eris Tuffani, SE mengatakan dengan diterapkannya pola baru ini dia berharap diklat diluar Provinsi Bengkulu dapat belajar dan mengadopsi penerapan pola baru ini.

“Di Indonesia memang kita bukan yang pertama tetapi di Bengkulu penerapan pola baru ini pertama kalinya dan pertama pula di Sumatera,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *