Belasan Jurnalis Deklarasikan AJI Persiapan Bengkulu

Oleh Tgl: April 26, 2014
AJI

Dalam meliput harus memperhatikan kode etik, sebab ke depan tantangan cukup berat, perjuangan kebebasan pers dari tahun ke tahun bukannya berkurang, tapi bertambah

Suwarjono

BENGKULU – Wartawan dari berbagai media di Provinsi Bengkulu resmi deklarasikan Aliansi Jurnalis Independen Persiapan Bengkulu hari ini, Sabtu 26 April 2014.

Menurut Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Suwarjono, dinamakan AJI Persiapan karena harus diresmikan melalui Kongres. Untuk AJI Persiapan Bengkulu, bisa dideklarasikan saat Kongres AJI Indonesia di Kota Bukittinggi bulan November mendatang.

Dalam sambutannya, Suwarjono berharap wartawan yang tergabung dalam AJI Persiapan Bengkulu bisa bekerja sesuai kode etik. “Dalam meliput harus memperhatikan kode etik, sebab ke depan tantangan cukup berat, perjuangan kebebasan pers dari tahun ke tahun bukannya berkurang, tapi bertambah.” katanya.

“Dulu merebut kebebasan pers dari Negara. Sekarang bertambah berat yakni dari pemilik modal yang seringkali melakukan intervensi demi kepentingannya,” lanjut Suwarjono.

Suwarjono mengatakan, masalah media saat ini, semuanya sama; tidak ada pendidikan jurnalistik yang cukup dari media. Kebanyakan wartawan sekarang keluaran dari perguruan tinggi yang hanya mengerti dengan teori, tapi mereka gagap ketika bertemu realitas baru saat berada di lapangan.

Tidak kalah pentingnya, perjuangan soal kesejahteraan. Ada media yang menggaji jurnalisnya di bawah upah minimum regional (UMR). Semestinya, digaji secara layak dan professional, sehingga mereka tidak terlibat dalam suap menyuap dalam pemberitaan.

“Kami berharap ke depan, AJI Persiapan Bengkulu bisa memberikan hal-hal positif bagi perkembangan media di Bengkulu,” kata Suwarjono.

Komisioner KPID Bengkulu, Fajri Anshori dalam sambutannya berharap, jurnalis bisa menulis dengan berimbang, “Cobalah memulai dengan ketulusan sehingga bisa menyajikan informasi yang bisa menjaga peradaban negara. Soal kebebasan pasti, tapi bebas bukan berarti tanpa batas. Melainkan bebas yang terkendali,” katanya.

Menurut Anshori, KPID sangat mendukung kehadiran AJI di Bengkulu.

Sementara Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Ifsyanusi mengucapkan selamat kepada jurnalis yang tergabung dalam AJI Persiapan Bengkulu. Semoga bisa menjadikan media yang berimbang dalam pemberitaan, dan bebas dari tekanan.

Dari keterangan Koordinator AJI Persiapan Bengkulu Dedek Hendry, keinginan membentuk AJI Bengkulu sudah terbesit sejak tiga tahun silam. “Ini keinginan dari kami. Tujuannya untuk memperjuangkan kebebasan pers, kesejahteraan jurnalis dan tentunya membangun pers yang lebih sehat,” ujarnya dalam sambutan.

Selain 12 orang yang tergabung dalam deklarasi, kata Dedek masih banyak lagi wartawan lain yang ingin bergabung. Tapi harus menunggu diresmikan di Kongres AJI Indonesia dulu.

Dalam deklarasi tersebut juga ikut dihadiri oleh AJI Padang dan Jambi. Kegiatan deklarasi diawali dengan Workshop Jurnalis tentang Perubahan Iklim dan Kejahteraan Masyarakat yang terselenggara atas kerjasama antara AJI Indonesia dan Friedrich Eberto Stiftung serta Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Berikut Deklarator AJI Persiapan Bengkulu Dedek Hendry (Rakyat Bengkulu), Betty Herlina (Rakyat Bengkulu), Yunike Karolina (Rakyat Bengkulu), Heri Aprizal (Rakyat Bengkulu), Firmansyah (Kompas.com),  Harry Siswoyo (Radar Bengkulu),  Phesi Ester Julikawati (Tempo.co), Ongwie Hockie (Rakyat Bengkulu TV), Demon Fajri (Kupasbengkulu.com),  Dedi Hardiansyah Putra (Radar Bengkulu), Komi Kendy Setiawaty (Harian Rakyat Bengkulu), dan Adhitya Ramadhan, jurnalis Kompas.(rilis/sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *