Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Undian Nasional BPD-SI

Oleh Tgl: April 13, 2014

BENGKULU – Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) pada tanggal 14 April 2014 bertempat di Bengkulu kembali menggelar program customer rewards yang dikemas dalam paket program Panen Rejeki Bank BPD. Perhelatan akbar Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda dengan total hadiah sebesar Rp 6 Miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 Miliar untuk setiap periodenya, kali ini sebagai tuan rumah adalah Bank Bengkulu.

Undian Nasional Tabungan Simpeda pada setiap periodenya akan diperuntukkan bagi 587 penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta, kemudian hadiah kedua Rp 100 juta untuk 4 pemenang, hadiah ketiga Rp 50 juta untuk 26 pemenang. Hadiah keempat Rp 5 juta untuk 26 pemenang, hadiah kelima Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang, hadiah keenam Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan Rp 1 juta untuk 345 pemenang.

Hal ini tentunya memberi peluang besar bagi nasabah yang kini mencapai 6.905.484 penabung untuk dapat memenangkan setiap hadiahnya. Seperti periode sebelumnya, perhelatan Undian Nasional Tabungan Simpeda yang dihadiri oleh seluruh jajaran direksi BPD seluruh Indonesia ini juga akan dilangsungkan Seminar Nasional BPD-SI dengan tema Penerapan Good Corporate Governance (GCG) Sebagai Landasan Untuk Mewujudkan BPD Regional Champion. Pada malam harinya akan dilangsungkan pengundian Undian Nasional Tabungan Simpeda. Untuk kali ini perhelatan Undian Nasional Tabungan Simpeda akan dilaksanakan di Ballroom Garage Horizon Hotel, Bengkulu.

Tabungan Simpeda Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari Penarikan Undian Simpeda Periode 2 Th-XXIII-2013 di Banjarmasin Kalimantan Selatan, jumlah penabung hingga akhir Desember 2012 sebanyak 5.830.843 penabung dengan jumlah saldo Tabungan Simpeda sebesar Rp 33,76 triliun. Kemudian pada Penarikan Undian Simpeda Periode 2 Th-XXIV di Bengkulu kali ini jumlah penabung hingga akhir Desember 2013 berjumlah 6.905.484 penabung atau meningkat sebesar 18,43% dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 36,36 triliun meningkat sebesar 7.7%. Bank Bengkulu sebagai tuan rumah hingga posisi Desember 2013 telah menghimpun Tabungan Simpeda sebanyak ±Rp 276,75 miliar atau sebesar 0,76% dari Tabungan Simpeda Nasional. Sementara Bank yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir adalah Bank Jatim, di mana hingga posisi Desember 2013 telah menghimpun Simpeda sebanyak ±Rp7,29 triliun atau sebesar 20,07% dari Tabungan Simpeda Nasional.

Selain program customer rewards yang dihelat secara nasional, masing-masing BPD dari Aceh – Papua juga menggelar beragam program rewards secara lokal yang ditujukan untuk nasabah setia tabungan Simpeda dengan hadiah miliaran rupiah sesuai dengan kebijakan masing-masing BPD. Lebih dari sekedar program rewards tersebut, Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia terus berkomitmen untuk tampil sebagai pemimpin di daerahnya masing-masing. Komitmen ini semakin kuat sejak dicanangkan BPD Regional Champion (BRC) oleh Bank Indonesia melalui 23 paket kebijakan di bidang moneter dan perbankan pada tanggal 21 Desember 2010 yang lalu, bank-bank pembangunan daerah (BPD) terus-menerus membenahi diri agar dapat lepas dari bayang-bayang perbankan nasional dan menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Umum Asbanda, Bapak Eko Budiwiyono yang juga selaku Direktur Bank DKI menjelaskan bahwa; Ada tiga pilar yang menjadi fokus perhatian BRC, yakni pertama ketahanan kelembagaan yang kuat, BPD berkomitmen untuk meningkatkan permodalan, meningkatkan efisiensi guna mencapai tingkat profitabilitas yang memadai didukung sehingga dapat memberikan kredit denga suku bunga yang kompetitif kepada masyarakat.

Kedua, dalam perannya sebagai agent of regional development, BPD menargetkan porsi yang lebih besar untuk kredit pada sektor-sektor produktif dan meningkatkan fungsi intermediasi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan BPR, baik melalui linkage program maupun menjadi APEX bank.

Pilar ketiga, sebagai bentuk peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat, BPD akan memiliki program standardisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ditunjang perluasan jaringan kantor untuk mendukung terwujudnya sistem keuangan yang inklusif (financial inclusion) dengan meningkatkan akses seluas-luasnya ke masyarakat setempat melalui penciptaan produk dan jasa yang semakin variatif dan unggul. Sebagian besar BPD telah berupaya memperluas jaringan kantor maupun membuka kedai layanan kredit mikro. Sampai dengan Desember 2013 jumlah kantor layanan BPDSI sebanyak 4.759, dengan jumlah ATM sebanyak 3.804 mesin ATM.

Hasil nyata dari keseriusan BPD menuju Regional Champion dapat dilihat dari berbagai aspek kinerja BPD yang terus meningkat. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, kinerja BPD baik dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia. Per Desember 2013, aset BPD telah mencapai Rp390,17 triliun atau meningkat 4,94% dibandingkan posisi Desember tahun 2012 yang mencapai Rp371,81 triliun.

Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah. Kinerja kredit dalam 5 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Desember 2013, posisi kredit BPD seluruh Indonesia mencapai Rp 255,88 triliun atau meningkat sebesar 21,41% dibandingkan posisi Desember 2012 yang mencapai Rp 219,71 triliun.

Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Desember 2013 mencapai Rp 282,98 triliun, atau mengalami penurunan sedikit, yaitu sebesar 0,36% dibanding posisi Desember 2012 yang mencapai sebesar Rp284 triliun.  Modal Inti telah mencapai sebesar Rp38,48 triliun per posisi Desember 2013, meningkat sebesar 19,99% dibanding posisi Desember 2012 yang mencapai sebesar Rp32,06 triliun.

“Dengan prestasi dan pertumbuhan kinerja BPD secara nasional maupun lokal saat ini, BPD BPD-SI optimis mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah untuk mendukung program Pemerintah menciptakan lapangan kerja sehingga dapat menigkatkan taraf hidup masyarakat daerah yang secara kolektif akan menurunkan tingkat kemiskinan secara nasional dan meningkatkan kesejahteraaan bangsa,” tegas Ketua Umum Asbanda.(rilis)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *