Amputasi Kaki Harimau Sumatera Berjalan Lancar

Oleh Tgl: April 5, 2014
Amputasi Harimau

Prosesnya kita akui memang lama, karena pembuluh darah besar disela-sela pembuluh jarinya banyak mengeluarkan darah.

Drh. Erni Suyanti Musabine

BENGKULU – Dokter Hewan BKSDA Bengkulu Drh. Erni Suyanti Musabine, Sabtu (5/4) berhasil melakukan operasi kaki depan kanan Harimau Sumatera (Panthera tigris Sumatrae) yang sudah membusuk akibat jeratan.

Operasi yang cukup lama pada harimau betina bernama Elsa ini memakan waktu kurang lebih 3,5 jam dimana dokter hewan dibantu timnya harus melakukan dua kali bius yakni pada pukul 11.18 WIB dan kembali melakukan pembiusan pada pukul 12.15 WIB. Operasinya sendiri selesai kurang lebih pada pukul 13.45 WIB.

“Prosesnya kita akui memang lama, karena pembuluh darah besar disela-sela pembuluh jarinya banyak mengeluarkan darah. Kemudian kita juga harus memotong bagian daging dan membersihkannya lantaran jaringan yang sudah mati dan membusuk sudah sangat meluas,” katanya.

Tim dokter sendiri akhirnya memutuskan untuk membuang 4 jari harimau ini serta sebagian telapak kaki depan kanannya lantaran terlalu banyak jaringan yang membusuk.

“Yang tersisa hanya jempol, 4 jari harus kita amputasi,” tambahnya.

Menurut dia, dengan disisakan jari pada Harimau yang usianya lebih dari 4 tahun dan dioperasi pada temperaman waspada ini bisa membantu sang Harimau pada saat mencari makanan ketika kembali dilepaskan ke hutan.

Erni mengungkapkan untuk proses pemulihan jika berdasarkan pengalaman sebelumnya Harimau ini memerlukan waktu kurang lebih 3 minggu untuk kembali pulih.

“Untuk proses operasinya kita selalu beri antibiotik dan anti infeksi juga kasih suplemen. Nutrisi kita berikan sesuai berat badan harimau. Kalau untuk pemulihan bisa sampai 3 minggu dengan catatan Harimaunya tidak dihidrasi dan nafsu makannya baik,” tambahnya.

Untuk diketahu Harimau Sumatera ini ditemukan terjerat di Desa Beriang Tinggi/Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur dua hari yang lalu dalam kondisi kaki kanan sudah membusuk dan dikhawatirkan infeksi menyebar ke bagian tubuh lain sehingga  dapat menyebabkan kematian.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *