Aksi Teatrikal Warnai Peringatan Hari Bumi

Oleh Tgl: April 24, 2014
Aksi Teatrikal

sebab teatrikal inilah yang dapat menggambarkan nasib petani yang terus menjadi korban akibat keserakahan investor yang mengeruk kekayaan bumi Bengkulu lalu menyisahkan kerusakan lingkungan yang harus ditanggung oleh petani

Feri Vandalis

BENGKULU – Sesuai dengan rencana, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bengkulu beserta mahasiswa pecinta alam, OKP, dan pelajar SMP, SMA/SMK menggelar peringatan hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2014.

Aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 Wib ini dimulai dari Simpang Masjid Jamik Kota Bengkulu, lalu longmarch ke Pasar Minggu dan Simpang Lima Kota Bengkulu.

Menariknya dalam aksi ini, selain menyerukan keselamatan lingkungan kepada pengguna jalan. Walhi juga menyelipkan aksi teatrikal yang menggambarkan nasib tragis yang dialami petani akibat kerusakan lingkungan. Bahkan salah satu anggota rela badannya dilumuri oleh lumpur demi menambah heroiknya aksi ini.

“Kami sengaja membuat aksi teatrikal untuk para petani, sebab teatrikal inilah yang dapat menggambarkan nasib petani yang terus menjadi korban akibat keserakahan investor yang mengeruk kekayaan bumi Bengkulu lalu menyisahkan kerusakan lingkungan yang harus ditanggung oleh petani,” kata koordinator aksi Feri Vandalis.

Peringatan hari Bumi yang melibatkan puluhan massa ini pun dikawal ketat oleh pihak kepolisian, terlebih setelah melakukan orasi dan aksi teatrikal massa kembali melakukan long march ke Simpang Masjid Jamik dan melanjutkan aksi menanam mangrove serta bersih-bersih kawasan Pantai Panjang.

“Ratusan mangrove sudah kami siapkan untuk agenda Hari Bumi ini, kami berharap Mangrove yang akan ditanam di Pantai Zakat ini bisa berguna untuk ekologis pantai. Kemudian dengan bersih-bersih pantai dari sampah, kami harap dapat menjadi gerbang pariwisata di Bengkulu,” katanya.

Disisi lain salah satu pelajar SMAN 2 yang ikut serta dalam peringatan ini Yunib Hadi Prakoso mengatakan tidak asal ikut aksi sebab dia mengetahui bahwa lingkungan sudah saatnya diperhatikan terlebih sudah banyak terjadi kerusakan.

“Kami tahu dan tidak asal ikut aksi ini. Dengan adanya peringatan ini kami berharap masyarakat tahu bahwa 22 April hari Bumi dan masyarakat dapat menjaga bumi agar tidak hancur, karena kalau bumi sudah rusak pasti anak cucu kita akan sedih. Apalagi kalau mendapat warisan bumi yang sudah rusak,” kata pelajar jurusan IPA kelas XII ini.

Untuk diketahui aksi ini diikuti oleh Mapetala Unib, DPM Unihaz, BEM Dehasen, Madyapala UMB, PKMR, KKB UMB, Pelajar SMA 2, SMK 3, PMII, Mapala Unived, SMP 1, DPM Unived, mahasiswa Farmasi dan Lembaga Kipas.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *