7 Tanda Pria Ini Tidak Tepat Untuk Anda!

Oleh Tgl: April 3, 2014

Kenapa memaksakan diri jika dia bukan yang terbaik untuk Anda. Jangan bertahan untuk pria yang tidak worth it untuk diperjuangkan. Sebenarnya Anda sudah tahu kalau dia tidak untuk Anda. Namun Anda menolak tahu dan lebih memilih bersakit-sakit, makan hati ketimbang melepasnya.

1. Tidak Menerima Masa Lalu

Dia tidak menerima masa lalu Anda dan sering mengungkit-ungkitnya dalam setiap percakapan. Lantas kenapa masih bertahan untuk terus berada di sampingnya? Pasangan yang baik adalah pasangan yang menerima baik dan buruk pasangannya.

2. Egois

Setiap orang memang memiliki sifat egois. Namun pasangan yang mau berdamai dengan keegoisannya demi orang yang disayanginya, itulah hubungan yang benar. Jika memang sama-sama sayang, pasti berusaha agar hubungan ini tetap bertahan—apapun caranya.

3. Tidak Menjadi Diri Sendiri

Bersama dengannya, Anda tidak menjadi diri sendiri. Anda harus menjaga sikap agar dia tidak tersinggung dan menjadi marah. Anda sering memendam perasaan atau pendapat demi menjaga perasaannya. Cinta memang berkorban namun jangan sampai “menipu” diri sendiri.

4. Tidak Lebih Baik

Pria yang baik adalah pria yang membuat perempuannya menjadi orang yang lebih baik. Apakah Anda menjadi sosok yang lebih baik setelah bersama dengannya? Atau malah keberadaannya mengikis kebiasaan-kebiasaan baik yang Anda miliki? Ini patut Anda pertanyakan.

5. Kasar

Apalagi kalau dia bersikap kasar tidak hanya melalui kata-kata tetapi juga sampai main tangan. Nah, ini lebih gawat lagi! Jangan sampai Anda menjadi korban kekerasan berkepanjangan. Anda harus segera mengambil keputusan sebelum situasi semakin parah.

6. “Mengecilkan” Anda di Hadapan Teman-teman

Apa ini sering menjadi kebiasaan dia? Membuka sifat-sifat jelek Anda di hadapan teman-teman? Kalau hanya sekadar candaan ya tidak apa-apa. Namun jika Anda sampai merasa tidak nyaman atau bahkan merasa buruk dengan apa yang dilakukannya, maka itu harus dihentikan.

7. Suka Berbohong

Dia senang berbohong, baik untuk sesuatu yang kecil apalagi yang serius. Jangan menganggap remeh dengan kebiasaannya ini. Dalam sebuah hubungan, saling memercayai itu sangat penting. Bagaimana Anda bisa membangun hubungan di atas kebohongan? (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *