6 Tipe Teman kerja yang Harus Diwaspadai

Oleh Tgl: April 24, 2014

Dunia kerja bukan hanya bagaimana membuat atasan senang dengan hasil kerja yang baik tetapi juga persoalan pilih-pilih teman. Karena bukan rahasia lagi kalau di dunia kerja banyak musuh dalam selimut. Jangan sampai karier Anda tersendat hanya karena teman-teman kerja dengan karakter sebagai berikut.

1. Penggosip

Sebenarnya tidak selamanya rekan kantor yang senang bergosip buruk buat Anda. Karena lewat dialah Anda bisa mendapatkan informasi seputar kantor. Namun jangan sampai Anda menjadi bahan pemberitaannya dia saja.

2. ‘Anak Emas’ Bos

Karena dia kesayangan si bos, Anda mesti menjaga jarak dengannya. Jangan sampai kedekatan Anda dengan dia ternyata hanya sebagai topeng agar dia mendapat informasi tentang Anda dan lingkungan kantor.

3. ‘Manis’ di Depan

Ini yang paling wajib diwaspadai. Orang-orang yang kalau berbicara selalu berbeda, seolah dia punya dua pendapat berbeda. Dan hanya main aman saja. Jangan gampang percaya dengan teman yang selalu berbicara manis di depan Anda.

4. Pembuat Masalah

Apakah di kantor Anda ada rekan kerja yang dicap sebagai trouble maker? Senang melawan aturan dan sering ditegur atasan? Memang sebagai teman, rekan kerja seperti ini cukup asyik dijadikan pemeriah saat mood sedang tidak jalan. Namun tetap saja Anda harus menjaga jarak dengan para pembuat masalah—bila Anda masih ingin berkarier lama di perusahaan. Jangan sampai Anda terseret oleh masalahnya.

5. Banyak Bicara

Rekan kerja yang masuk “catatan merah” lainnya adalah, rekan kerja yang banyak bicara. Dalam arti senang membual dan membesar-besarkan persoalan. Kebiasaan rekan kerja ini bukan tak mungkin tertular ke Anda juga. Bila Anda terlalu polos bukan tak mungkin Anda termakan ucapannya. Intinya rekan kerja dengan sifat demikian susah dipegang omongannya.

6. Kerabat Bos

Bukannya berpikiran buruk, sebaiknya tidak usah terlalu akrab dengan kerabat atasan. Karena bukan tak mungkin kerabat atasan ini sengaja ditempatkan untuk memata-matai aktifitas kantor. Dan semoga saja atasan Anda dapat menempatkan secara adil tugas dan tanggung-jawab karyawan tanpa memandang kekerabatan. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *