12 Kriteria Caleg Tidak Layak Dipilih Versi KPI

Oleh Tgl: April 8, 2014
Caleg

Kami mengajak masyarakat memilih caleg yang mampu membawa perubahan terhadap masyarakat dan pembangunan di Provinsi Bengkulu. Karena itu kami menyarankan masyarakat untuk tidak memilih caleg yang masuk dalam 12 kriteria KPI

Irna Riza Yuliastuty, S.Sos

BENGKULU – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menyerukan 12 kriteria calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI, DPRD provinsi/kabupaten/kota yang dinilai tidak layak untuk dipilih oleh masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat memilih caleg yang mampu membawa perubahan terhadap masyarakat dan pembangunan di Provinsi Bengkulu. Karena itu kami menyarankan masyarakat untuk tidak memilih caleg yang masuk dalam 12 kriteria KPI,” Kata Sekretaris Wilayah KPI Irna Riza Yuliastuty, S.Sos, Selasa (8/4) di Sekretariat KPI Bengkulu.

Menurut dia KPI terus menyuarakan 12 kriteria wakil rakyat yang tidak layak dipilih untuk duduk di parlemen kepada masyarakat. Berikut  kriteria-kriteria caleg yang tidak layak dipilih.

  1. Pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia
  2. Pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Hak Asasi Anak
  3. Pelaku Poligami
  4. Sedang terlniat kasus korupsi
  5. Pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak
  6. Tidak mendukung keberagaman dan prinsip kebhinekaan
  7. Perusak lingkungan
  8. Pemilik atau kaki tangan pemodal (asing maupun dalam negeri) yang merugikan masyarakat bangsa dan Negara.
  9. Tidak mandiri dalam menjalankan fungsinya sebagai legislative atau menjadi “boneka” pihak lain.
  10. Sekedar mengandalkan popularitas dan tidak memiliki kompetensi dan kemampuan
  11. Pelaku korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)
  12. Pelaku penyelewangan kekuasaan (menggunakan fasilitas Negara untuk kepentingan politiknya).

Menurut dia dengan disosialisasikan 12 kriteria tersebut masyarakat bisa menjadi pemilih yang cerdas dengan mengevaluasi caleg mana yang pantas dipilih pada pemilu 9 April nanti.

“Sebab pemilih cerdas sangat menentukan kualitas para pemimpin bangsa 5 tahun kedepan. Karenanya masyarakat penting mengetahui dan mempelajari latar belakang para caleg sebelum memilih,” tutupnya. (sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *