Versi Audio Novel Ronggeng Dukuh Paruk Diluncurkan

Oleh Tgl: March 10, 2014

“Asu buntuuuung…!!” suara seniman Butet Kartaredjasa membelah aula Galeri Indonesia Kaya (GI) di Grand Indonesia Mall, Jumat (7/3) kemarin. Diiringi musik tradisional Ronggeng Sekar dan Wigayati Banyumas, menambah gregetnya pembacaan fragmen novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.

Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan Digital Archipelago meluncurkan buku audio Ronggeng Dukuh Paruk dengan Butet Kartaredjasa sebagai naratornya. Secara keseluruhan bila dibacakan, buku ini memakan waktu 23 jam.

Dalam acara peluncuran buku audio tersebut, Butet membacakan dua fragmen saja. Fragmen-fragmen yang setelah didiskusikan dengan penulisnya—Ahmad Tohari, adalah bagian penting dari novel tersbut.

Fragmen pertama adalah peristiwa malapetaka tempe bongkrek beracun dan kematian orangtua Srintil. Kemudian fragmen kedua kematian neneknya Rasus. Butet yang memang adalah seorang seniman kawakan membacakan kedua fragmen tersebut dengan “hidup”.

Seakan seluruh penonton benar-benar masuk ke dalam novel dan menyaksikan semua kejadian-kejadian yang ada dalam cerita dengan mata kepala langsung. Butet membahasakan, menghidupkan, memberikan perspektif baru menikmati karya sastra. “Ini seperti mendengar drama di radio, kata Diana, salah seorang penonton yang hadir dalam peluncuran buku audio itu.

Bukan hanya pembacaan dari Butet saja yang menyedot perhatian penonton, lenggak-lenggok dari Ronggeng Sekar dan Wigayati Banyumas juga memberikan sensasi tersendiri. Sungguh jarang bisa menyaksikan kesenian lengger (ronggeng) secara langsung.

audio-book-ronggeng-dukuh-paruk

Ronggeng Sekar dan Wigayati Banyumas

“Saya senang buku ini dijadikan buku audio yang mudah diunduh melalui digital sehingga pesan di dalamnya bisa ditangkap oleh masyarakat, terutama generasi muda saat ini,” ujar Butet.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ahmad Tohari yang juga hadir pada saat pembacaan tersebut berlangsung, “Saya berharap lewat buku audio ini, masyarakat khususnya generasi muda bisa mengetahui fakta, apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1965 dulu,” ujarnya.

Buku audio ini bisa diperoleh di https://itunes.apple.com/us/app/buku-audio/id805477093?mt=8 dengan harga keseluruhan triloginya Rp 119.000. Namun bila terpisah, Catatan Buat Emak Rp 49.000, Jentera Bianglala Rp 49.000 dan Lintang Kemukus Dini Hari Rp 49.000.

Tidak hanya Ronggeng Dukuh Paruk, ke depannya bakal ada buku-buku sastra lainnya yang bakal diluncurkan melalui format audio. Pengakuaan Pariyem (Linus Suryadi AG), Saksi Mata Jazz Parfum dan Insiden serta Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara (Seno Gumira Ajidarma). (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *