Siap Menjadi Ibu?

Oleh Tgl: March 5, 2014
ibu-hamil

Menjadi ibu adalah impian hampir setiap perempuan. Tentunya saat mimpi itu menjadi kenyataan, telah banyak persiapan yang dilakukan. Mulai dari menjaga pola makan, mengonsumsi makanan sehat yang menunjang perkembangan janin sampai membeli perlengkapan si jabang bayi.

Apalagi memasuki tri semester ketiga. Calon ibu sudah harap-harap cemas menanti kelahiran si  buah hati. Dr. Wahyudi Gani, SpOG. mengatakan memasuki tri semester kehamilan adalah masa-masa yang penting dan memerlukan pemeriksakaan yang lebih intens.

Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan sebulan sekali pada awal dan pertengahan masa kehamilan , menjadi dua kali dalam sebulan pada bulan ke-8 dan ke-9 kehamilan dan satu kali seminggu pada 3 minggu terakhir kehamilan.

Ini dilakukan untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan komplikasi yang terjadi. Pemantauan  tekanan darah ibu, posisi bayi, perkiraan berat bayi, letak plasenta atau ari-ari menutupi/tidak menutupi jalan lahir merupakan beberapa hal yang penting dinilai dalam bulan bulan terakhir kehamilan.

“Kehamilan sebaiknya tidak melewati tanggal perkiraan persalinan karena kehamilan lewat waktu akan meningkatkan resiko bagi ibu dan bayinya. Bila tanda tanda persalinan seperti adanya mulas mulas, keluarnya lendir darah dan air ketuban tidak juga muncul hingga tanggal perkiraan persalinan yang ditentukan, sebaiknya segera datang untuk mendapat kepastian kondisi janin dan kehamilan tersebut,” tegasnya.

Para calon orangtua juga sudah semestinya sudah boleh memikirkan besarnya anggota keluarga yang diinginkan. Keputusan untuk menjarangkan kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai metode Keluarga Berencana seperti penggunaan pil KB, suntikan KB atau spiral.

Jika Anda dan pasangan menganut ”dua anak sudah cukup” dan ini adalah kelahiran anak kedua maka proses melahirkan dapat diakhiri dengan sterilisasi (menutup indung telur).

Alangkah lebih baik bila dokter yang membantu persalinan adalah dokter yang juga melakukan pemeriksaan rutin pra melahirkan. Pasalnya dokter tersebut sudah pasti memiliki data-data awal dan sudah terjalin hubungan dekat antara calon orangtua dan dokter.

Proses kelahiran normal tetap lebih baik. Pemulihan lebih cepat pun risikonya lebih minim bila dibanding dengan operasi. Melahirkan melalui proses operasi tetap memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan melahirkan normal. Antara lain anestesi (pembiusan), resiko selama proses operasi dan pemulihan paska operasi.

Bagi yang takut akan nyeri dalam proses persalinan, ternyata melahirkan normal juga bisa dijalani dengan tanpa rasa nyeri. Hal ini disebut dengan painless labor. “Normal pun bisa tidak sakit dengan menggunakan tehnik anestesi tertentu seperti epidural anastesi,” kata dr.Wahyudi.  ”Bila kondisi ibu memungkinkan, kondisi jalan lahir serta kesehatan janin optimal, sebaiknya tetaplah memilih persalinan normal,” tegas dr. Wahyudi, SpOG. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *