PWNU Bengkulu Dukung Fatwa Haram Money Poltik

Oleh Tgl: March 8, 2014
Prof. Sirajuddin

Majelis Ulama belum mengeluarkan dan menyatakan itu haram tetapi saya sangat mendukung

Prof. Dr. Sirajuddin

BENGKULU – Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PW-NU) Provinsi Bengkulu Prof. Dr. Sirajuddin mengungkapkan sangat mendukung langkah yang diambil Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa haram berpolitik uang dalam pemilu 2014.

“Majelis Ulama belum mengeluarkan dan menyatakan itu haram tetapi saya sangat mendukung,” katanya yang juga menjabat Rektor IAIN Bengkulu ini, Sabtu (8/3) di The View Hotel.

Sirajuddin mengatakan dirinya mendukung adanya fatwa tersebut mengingat fatwa yang tengah digodok itu bagus untuk membasmi praktik politik uang yang merajalela dan dapat merusak sistem demokrasi Indonesia ini.

Apalagi kata dia dirinya sangat meyakini Money politik itu haram apalagi adanya pernyataan langsung ulama yang ia kenal bahwa ketika demokrasi sudah dicedarai uang dan kepentingan maka sudah tidak sesuai lagi dengan landasan.

“Saya berani mengatakan sebab sudah ada Ulama dari Pakistan, Al Maujudin yang mengatakan bahwa Money Politik itu haram ketika demokrasi berujung pada meterialistik. Saya berharap suatu saat pendapat itu benar adanya sebab jangan sampai kepemimpimpinan hanya diukur dengan masalah uang sementara program dan kredilitasnya kita tidak tahu,” tuturnya lagi.

Sirajuddin mengatakan jika praktek Money Politic tidak dibasmi sulit daerah bisa memiliki tokoh-tokoh politik yang bersih dan kemudian hanya mengandalkan kekuatan uang saja.

“Karena memper-Tuhan-kan nafsu saja bukan memilih pemimpin berdasarkan kemampuannya, sedangkan fungsi pemipin sangat penting. Saya harap masyarakat bisa melek politik kenali calegnya baru memlih dan jangan asal pilih hanya karena Rp 50 ribu sampai tawaran Rp 300 ribu kita rusak selamanya,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *