Puskaki Akan Laporkan Dugaan Gratifikasi Shalat Berhadiah Ke KPK

Oleh Tgl: March 7, 2014
Melyansori

Kami tengah melengkapi berkas lapor ke KPK langsung

Melyansori

BENGKULU – Pusat Kajian Anti Korupsi Bengkulu (PUSKAKI) Bengkulu kembali meradang.  Tak puas dengan langkah hearing ke Kejati Bengkulu sebelumnya untuk mengusut dugaan Gartifikasi penyumbang hadiah. Puskaki bakal laporkan dugaan gratifikasi ini ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Hal ini diungkapkan langsung oleh Koordinator PUSKAKI Bengkulu Melyan Sori, Jum’at (7/3) menurutnya program shalat berhadiah yang menampung hadiah-hadiah dari donatur sudah sangat menyalahi aturan apalagi penerima dari program ini kepala daerah.

“Kami tengah melengkapi berkas lapor ke KPK langsung,” katanya.

Melyan menyampaikan selain mengumpulkan bukti pihaknya tengah menunggu hasil pengusutan Kejati Bengkulu yang dinilai sudah proaktif dalam mengusut dugaan grtaifikasi tersebut.

“Waktunya kita lihat momen yang pas karena kita juga mengapresiasi Kejati,” jelasnya.

Lebih lanjut Melyan mengungkapkan saat ini pihaknya sudah mengantongi satu bukti yang memperkuat dugaan gartifikasi tersebut yakni diangkatnya menjadi dewan pengawas PDAM Thirta Dharma Kota Bengkulu, H Hamdani Pengusaha pengembang perumahan (Real eastate Indonesia) PT Idaman Graha Mandiri yang merupakan salah satu penyumbang mobil program sholat zhuhur berjama’ah setiap hari rabu di masjid Akbar Attaqwa itu.

“Ya serius karena Divisi Analisis Dan Advokasi Puskaki Bengkulu Romidi sekarang tinggal di Jakarta jadi berkas nanti kami kirim ke Romidi dan Romidi langsung menyampaikan ke kantor KPK,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE belum bisa dikonfirmasi karena tengah dinas luar ke Jakarta.(Sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *