Perempuan Bengkulu Bertekad “Politik No Wani Piro”

Oleh Tgl: March 8, 2014
Politik No Wani Piro

Karena kebanyakan dari pengalaman yang sudah-sudah untuk bisa dapat simpati rakyat. Para caleg melalukan money politik. Berangkat dari situ kami ingin adanya deklarasi dan komitmen para caleg untuk tegas tidak melakukan Money Politik terutama untuk caleg perempuan

Dian Mercy

BENGKULU – Memperingati Hari Perempuan Sedunia atau Women Day yang jatuh di setiap tanggal 8 Maret, perempuan di Bengkulu mendeklarasikan tekad untuk mendukung politik bersih atau “Politik no Wani Piro” pada gelaran Pesta Demokrasi Pemilu 2014 yang sudah di depan mata.

Acara yang inisiatifkan oleh KNPI Provinsi Bengkulu ini dihadiri caleg-caleg perempuan dari seluruh parpol peserta pemilu legislative, Calon DPD Perempuan, KPU Provinsi Bengkulu dan Bawaslu Bengkulu serta aktivis perempuan di Bengkulu dengan tema Caleg Perempuan Berkualitas mendukung politik No Wani Piro.

Diungkapkan Ketua Panitia Dian Mercy gelaran deklarasi pada peringatan hari perempuan ini sangat urgen mengingat selama ini para calon anggota legislatif (caleg) tentunya memiliki strategi masing-masing untuk meraih simpati rakyat agar bisa terpilih bahkan dengan melakukan money politik terlebih bagi para caleg yang menggunakan modal besar.

“Karena kebanyakan dari pengalaman yang sudah-sudah untuk bisa dapat simpati rakyat.  Para caleg melalukan money politik. Berangkat dari situ kami ingin adanya deklarasi dan komitmen para caleg untuk tegas tidak melakukan Money Politik terutama untuk caleg perempuan” katanya di Hotel The View, Sabtu (8/3) petang.

Dari pantaun bengkuluonline.com deklarasi yang diikuti kurang lebih 100 caleg perempuan se Provinsi Bengkulu ini berkomitment tidak melakukan politik uang dengan membubuhkan tantangan dukungan mereka pada lembaran kain yang sudah disediakan panitia.

Seperti yang diungkapkan oleh Caleg PKS Sefti Yuslinah menurutnya komitmen seperti ini sangat baik mengingat praktek Money Politic sudah banyak mencederai asaz demokrasi dan system kaderisasi parpol.

“Pemilih jangan memilih karena dia ngasih uang dan dia banyak uang. Tapi pilihlah dengan melihat track recordnya lebih jauh. Kalau track recordnya bagus silahkan dipilih jangan dinilai dari materi,” kata caleg yang juga anggota Komisi IVDPRD Provinsi Bengkulu ini.

Untuk diketahui dijadikannya tanggal 8 Maret sebagai International Women Day, karena pada tanggal yang sama di tahun 1917, perempuan di Rusia, untuk pertama kalinya diberikan hak suara oleh pemerintah Rusia. Untuk menghargai kesempatan pada perempuan ini, warga dunia sepakat menjadikan tanggal 8 peringatan bagi seluruh perempuan dunia.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *