Nilai Tukar Petani Di Bengkulu Meningkat

Oleh Tgl: March 14, 2014
PETANI

Sementara nilai tukar usaha pertanian tercacat 102,37 atau turun sebesar 0,32 persen bila dibandingkan dengan bulan Januari 2014 yang tercatat sebesar 102,70

Dodi Herlando, M.Eg

BENGKULU – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2014 naik sebesar 0,02 persen menjadi 97,32 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Bengkulu Provinsi Bengkulu Dodi Herlando, M.Eg mengatakan pada Bulan Februari 2014, NTP Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 97,32 atau naik sebesar 0,02 persen bila dibandingkan dengan NTP pada bulan Januari 2014 yang tercatat sebesar 97,30.

“Sementara nilai tukar usaha pertanian tercacat 102,37 atau turun sebesar 0,32 persen bila dibandingkan dengan bulan Januari 2014 yang tercatat sebesar 102,70,” katanya saat menyampaikan evaluasi data BPS untuk Bulan Februari kemarin.

Dodi mengatakan kenaikan NTP terjadi pada hampir semua subsektor kecuali subsektor perkebunan, dimana nilai pada masing-masing subsektor adalah pada subsektor tanaman pangan (NTPP) sebesar 97,17 yang meningkat sebanyak 1,25 persen, NTP subsektor hortikultura (NTPH) sebesar 98,62 (naik 0.95 persen), NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) sebesar 95,25 atau mengalami penurun sebesar 1,06 persen, NTP subsektor peternakan (NTPT)  sebesar 102,02 atau naik 0,52 persen dan NTP subsektor perikanan (NTN) sebesar 101,60 atau naik 0,10 persen.

“Sementara untuk NTP subsector perikanan tangkap (NTNT) sebesar 99,10 atau naik 1,12 persen dan NTP subsektor perikanan budidaya (NTNB) sebesar 102,53 atau naik 1,32 persen,” jelasnya.

Dilain sisi katanya untuk nilai tukar usaha pertanian (NTUP), masing-masing subsektor terjadi kenaikan kecuali pada subsektor tanaman perkebunan rakyat. Perubahan yang terjadi pada masing-masing subsector adalah pada tanaman pangan sebesar 0,49 persen, hortikultura sebesar 0,84 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar -1,38 persen, peternakan sebesar 0,47 persen, perikanan sebesar 0,99 persen, perikanan tangkap sebesar 0,89 persen dan perikanan budidaya sebesar 1,03 persen.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *