Mulai Tumpul, Cuci Kampung Dinilai Tidak Efektif Lagi

Oleh Tgl: March 7, 2014
Hukum adat 2

Cuci kampung sebagai sanksi adat terhadap pasangan yang berbuat zina tidak efektif memberantas perbuatan tidak terpuji tersebut karena memang perkembangan zaman membuat hukum adat ini tumpul

Dev Three

BENGKULU – Ketua Badan Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Bengkulu Dev Three mengungkapkan hukum adat yakni cuci kampung dinilai sudah mulai tumpul sehingga tidak efektif lagi.

“Cuci kampung sebagai sanksi adat terhadap pasangan yang berbuat zina tidak efektif memberantas perbuatan tidak terpuji tersebut karena memang perkembangan zaman membuat hukum adat ini tumpul,” katanya kepada bengkuluonline.com di Roemah Aman Bengkulu, Jum’at (7/3) petang.

Dev mengatakan kondisi ini terjadi akibat hukum adat tidak diakui oleh Negara bahkan kalah dengan hukum positif yang terlalu cepat berkembang. Alhasil menjadikan hukum ada kurang efektif sehingga tidak memberikan efek jera terlebih  cuci kampung dengan memotong kambing  ini bahkan tidak diikuti oleh si pelaku.

“Filtrasi hukum positif terlalu kencang untuk mengempur hukum adat itu. Dan juga hukum positif dan pemerintah tidak mengakui hukum adat. Negara tidak memberikan ruang hukum adat untuk menyelesaikan suatu perkara. Sehingga kalau ada kejadian pelaku tidak hadir pada saat prosesi hukamannya ketua adat tidak bisa memaksa pelaku hadir karena tidak ada landasannya,” kata Dev menambahkan.

Padahal kata Dev dengan diakuinya hukum adat, hukum ini bisa sangat efektif terlebih menimbulkan rasa malu kepada pelaku terlebih hukum adat memberikan ruang untuk mendidik.

“Jika negara mengakui keberadaan hukum adat. Ditingkat masyarakat ketua adat atau pemuka ada diberikan ruang sendiri untuk menyelesaikan konflik adat. Sehingga mereka bisa bekerja dan meneggakan ada dengan nyaman,” terangnya.

Dikatakan dia berangkat dari situ pihaknya bersama Aman Nasional terus mengusahakan pengakuan diakuinya masyarakat dan hukum-hukum adatnya.

“Sebab kalau dihukum positif kalau kedapatan pasangan melakukan hubungan tidak terpuji jika dia suka sama suka maka dilepas sementara kalau dihukum adat tidak mengenal seperti itu, suka sama suka atau pun tidak suka, melakukan hubungan tidak terpuji akan  tetap dihukum dan dididik,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *