Kembalinya Siti Nurbaya

Oleh Tgl: March 20, 2014
SITI NURBAYA - (ki-ka) Damian, Otti Jamalus, Denny Malik, Nanan Sukarna, Renitasari Adrian

Denny Malik bersama Kharisma Production dan Djarum Apresiasi Budaya mengangkat kembali cerita Siti Nurbaya untuk dipentaskan 29-30 Maret di Teater Jakarta, TIM Jakarta. “Kisah Siti Nurbaya ini sudah sangat lama dikenal masyarakat dan beberapa kali diangkat dalam beragam bentuk kesenian. Kami lihat Denny Malik sangat piawai mengemas cerita dalam bentuk tarian dan lagu-lagu indah. Makanya kami sangat mendukung pertunjukan drama musikal Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) ini sebagai warisan dari sastra yang harus diapresiasi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Selain dikemas dalam format kekinian, dengan dukungan tata suara, tata cahaya dan visual yang memukau, pertunjukan ini melibatkan 150 pendukung dari berbagai kalangan, dianatranya artis, penyanyi dan penari. Dan yang lebih mearik lagi Denny Malik yang menjadi penggagas ide sekaligus Art Director drama musikal ini berhasil menarik empat vokalis band papan atas untuk terlibat di dalam perhelatan ini.

SITI NURBAYA - (ki-ka) Candil, Andi rif, Arro, Ariyo Wahab, Iman J-Rocks

SITI NURBAYA – (ki-ka) Candil, Andi rif, Arro, Ariyo Wahab, Iman J-Rocks

Dewi Gita, Netta, Aria (Samsons), Leona (The Voice), Arro (The Voice) dan Vicky Burky. Musik menjadi unsur penting dalam sebuah drama musical. Dalam drama Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) ini, Otti Jamalus didaulat untuk mengaransemen seluruh lagu sesuai dengan alur cerita yang dikemas secara popular.

Bagi Andi (/rif) yang juga terlibat dalam acara ini, drama musikal adalah kali pertama buatnya. “Kalau bernyanyi di atas panggung saya sudah terbiasa tapi kalau sambil berdialog dan berakting sebagai Datuk Maringgi, nah ini baru berbeda. Nanti saya akan menyanyikan dua lagu dan bakal ada tariannya, tentu saja buat saya ini sangat menarik dan menantang sekali,” ujarnya bersemangat.

“Kami ingin semua masyarakat bisa menikmati karya seni Indonesia dan mengapresiasinya. Siti Nurbaya memang berasal dari Minang, tapi kami ingin masyarakat Indonesia juga merasa memilikinya sebagai bagian dari warisan kebudayaan,” harap Denny Malik.

SITI NURBAYA (2)

Nantinya masyarakat tidak hanya disuguhkan pertunjukan yang menampilkan kekayaan sastra dan balutan kultur Sumatera Barat dalam bentuk pementasan saja. Bakal ada format albumnya yang bisa diperoleh di toko-toko musik dan pusat kesenian di seluruh Indonesia. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *