Kejati Kumpulkan Bukti Dugaan Gratifikasi Sholat Berhadiah

Oleh Tgl: March 4, 2014
Shalat Berjamaah

Pulbaket dilakukan menindaklajuti laporan sebelumnya bahwa ada dugaan gratifikasi dalam program sholat berhadiah program Walikota Bengkulu

Deny Zulkarnain, SH

BENGKULU – Kepala seksi Humas dan Penkum (Kasipenkum) kejati Bengkulu Deny Zulkarnain, SH mengungkapkan saat ini Kejati Bengkulu melakukan Pengumpulan Bukti dan Keterangan (Pulbaket) terkait dugaan gratifikasi sholat berhadiah.

“Pulbaket dilakukan menindaklajuti laporan sebelumnya bahwa ada dugaan gratifikasi dalam program sholat berhadiah program Walikota Bengkulu,” katanya, Selasa (4/3).

Dugaan gratifikasi yang tengah diusut kata dia sesuai dengan apa yang dilaporkan Pusat Kajian Anti Korupsi (PUSKAKI) Bengkulu yang menduga bahwa ada indikasi gratifikasi terhadap walikota Bengkulu yang menerima bantuan sejumlah mobil dan motor oleh donatur program Bengkulu Ku Religius tersebut.

Dikatakan dia, Kejati memang sudah berniatan untuk menyelidiki program tersebut sebelum memang ada permintaan dan desakan dari PUSKAKI. “Selain Itu, memang sebelumnya kami juga sudah membahasnya ketika program itu dicanangkan,” ujarnya.

Deny mengungkapkan untuk memperdalam bukti saat ini pihaknya telah mengambil keterangan dari salah satu pejabat Pemkot yang melakukan berkaitan langsung terhadap program tersebut.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag kesra) Pemkot Bengkulu Suryawan Halusi, mengenai dugaan gratifikasi atau suap dari program tersebut,” katanya.

Kabag kesra pemkot tersebut, kata dia dimintai keterangan terkait sumber dana dan aliran dana program salat berhadiah mobil dan umrah yang disinyalir mencapai miliaran rupiah tersebut. Sayangnya pemeriksaan terkait dugaan gratifikasi hadiah salat zuhur berjamaah tersebut, sifatnya masih tertutup dan belum untuk dipublikasikan.

“Oleh karenanya, kita lakukan pemanggilan, untuk dimintai keterangan dan menjawab beberapa pertanyaan,” jelasnya.

Sebelumnya Koordinator Puskaki Melyansori beberapa waktu lalu meminta kejati mengusut hadiah peberian para donatur sebad diduga ada tindak gratifikasi mengingat sumbangan tersebut diberikan kepada Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang merupakan pejabat publik.

“Dan saat ini menjabat sebagai ketua DPW PArtai Amanat Nasional Provinsi Bengkulu, sehingga sangat banyak kepentingan atas sumbangan tersebut,” tuturnya beberapa waktu lalu.(sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *