Enggano Harus Mendapat Perhatian Khusus

Oleh Tgl: March 20, 2014
Edi Waluyo Bappeda

Pulau Enggano, yang berada di samudera Indonesia sebagai wilayah laut internasional harus mendapat perhatian khusus. Harus ada antisipasi terhadap jalur lalu lintas internasional ini. masyarakat disana juga harus diberdayakan

Edi Waluyo

BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap pulau Enggano, pulau terluar dari Provinsi Bengkulu.

“Pulau Enggano, yang berada di samudera Indonesia sebagai wilayah laut internasional harus mendapat perhatian khusus. Harus ada antisipasi terhadap jalur lalu lintas internasional ini. masyarakat disana juga harus diberdayakan,” kata Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Edi Waluyo.

Ia menjelaskan, bahwa sebenarnya potensi pulau Enggano, jika dikelola dengan baik, akan dapat berdampak sosial bagi masyarakat di sana.

“Pulau Enggano merupakan Kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara dengan 6 Desa  berpenduduk lebih dari 6.000 jiwa. Terdiri dari 6 suku yang mendiami kawasan tersebut yaitu suku Kaitora, Kauno, Kaharu, Kaahoao, Kaarubi dan suku kaamay atau suku pendatang,” jelasnya.

Pulau yang ditemukan oleh Cornelis Houtman berbangsa Purtugis pada 5 Juni 1596 dengan bahasa sehari-hari yang sangat mirip dengan bahasa Portugis tersebut, katanya, tentunya akan sangat rentan terjadi persoalan yang bisa menggangu keamanan yang mengancam wilayah negara.

“Seperti sebelumnya, pulau Enggano Bengkulu sebagai pulau terluar wilayah barat Indonesia dijadikan lokasi persinggahan para imigran gelap yang melintasi Samudera Indonesia menuju Pulau Christmas Australia, ujarnya.

Data terakhir, jelasnya, para Imigran yang ditangkap adalah dari Negara Srilanka berjumlah 46 orang termasuk perempuan dan anak-anak. “Sehingga, untuk mengantisipasi hal ini, diwilayah tersebut akan dibangun radar khusus dan pos pemantau,” katanya.

Sebelumnya, katanya, di juga Enggano sempat akan dibangun sebagai pusat peluncuran rudal oleh LAPAN. “Rencana itu masih tertunda karena topografi pulau yang rawan gempa karena berada di pusat lempeng indo australia,” jelasnya.

Selain itu, rencana kedepan juga akan dibangun shelter persinggahan kapal perang di dekat lokasi pelabuhan Kahyapu sebagai bentuk perhatian khusu yang diberikan oleh pihak pemerintah.

Sementara itu asisten deputi wilayah negara dan tata ruang kemenkopolhukan Brigjend Andrie Soetarno mengakui bahwa pulau Enggano memang memiliki peran strategis, sehingga harus mendapat perhatian khusus.

“Sehingga harus mendapat pengawalan khusus untuk bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat dan mendapatkan bantuan pembangunan,” katanya.

Selain itu, katanya, pihaknya, secara teritorial sudah menempatkan personil angkatan bersenjata disana untuk menjaga keamanan wilayah.

“Sementara terkait jumlahnya, kita akan tambah jumlahnya, jika memang kondisi yang sangat memerlukan kekuatan militer tambahan. Namun, sementara ini, kekuatan militer yang ditempatkan di Pulau Enggano masih memadai,” jelasnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *