Ekspor Bengkulu Terbesar Ke Philipina

Oleh Tgl: March 6, 2014
Batubara

diikuti Korea dengan nilai US$ 1,20 juta atau 16,84 persen, China US$ 0,96 juta atau 13,46 persen, Malaysia US$ 0,60 juta atau 8,47 persen, Vietnam US$ 0,57 atau 7,99 persen, Kamboja US$ 0,50 juta atau 7,03 persen, dan Thailand US$ 0,20 juta 2,81 persen

Dodi Herlando, M.Eng

BENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis nilai ekspor Provinsi Bengkulu hingga Maret 2014, tercatat nilai ekspor terbesar provinsi Bengkulu yaitu ke Philipina melalui pelabuhan Pulau baai dengan nilai mencapai US$ 3,10 juta atau 43,40 persen dari keseluruhan ekspor provinsi Bengkulu.

“Setelah Philipina, diikuti Korea dengan nilai US$ 1,20 juta atau 16,84 persen, China US$ 0,96 juta atau 13,46 persen, Malaysia US$ 0,60 juta atau 8,47 persen, Vietnam US$ 0,57 atau 7,99 persen, Kamboja US$ 0,50 juta atau 7,03 persen, dan Thailand US$ 0,20 juta 2,81 persen,” kata Kepala BPS provinsi Bengkulu Dodi Herlando, M.Eng.

Dia mengatakan secara umum ekpor Provinsi Bengkulu pada triwulan pertama 2014 adalah ke tujuh negara tujuan.

Menurutnya, berdasarkan komoditas, ekspor batubara masih menjadi komoditas terbesar, meski secara umum menurun dari tahun sebelumnya dengan nilai sebesar US$ 5,97 juta atau turun sebesar 57,72 persen bila dibandingkan dengan ekspor pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 14,12 juta.

“Kemudian, ekspor cangkang sawit tercatat sebesar US$ 0,20 juta atau turun sebesar 83,65 persen bila dibandingkan dengan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,23 juta dan ekspor Pasir Besi sebesar US$ 0,96 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keseluruhan total ekspor provinsi Bengkulu berdasarkan harga Free On Board (FOB) mencapai nilai sebesar US$ 24,26 Juta.

“Yang tercatat 29,40 % diantaranya transaksi ekspor langsung melalui Pelabuhan Pulau baai Bengkulu,” demikian Dodi.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *