Dugaan Gratifikasi Shalat Berhadiah Ke Meja KPK

Oleh Tgl: March 25, 2014

Kami saat ini sudah menerima data-data bukti pelaporan yang dikirim anggota Puskaki dari Bengkulu tinggal kami sampaikan lagi ke KPK

Romidi Karnawan

BENGKULU – Rencana Pusat Kajian Anti Korupsi Bengkulu (PUSKAKI) Bengkulu untuk melaporkan dugaan Gratifikasi  program Shalat berhadiah Pemkot Bengkulu ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akhirnya terealisasi. Pasalnya saat ini tim Puskaki sudah berada di Jakarta dengan membawa semua data-data pelaporan itu.

“Kami saat ini sudah menerima data-data bukti pelaporan yang dikirim anggota Puskaki dari Bengkulu, tinggal kami sampaikan lagi ke KPK,” kata Divisi Analisis PUSKAKI Bengkulu Romidi Karnawan yang memang berdomisili di Jakarta, Senin (25/3) petang.

Romidi mengatakan karena data yang diterima siang ini, pihaknya baru akan menyambangi kantor KPK besok pagi.

”Sebab untuk menyampaikan laporan ini sekarang, kemungkinan tidak tekejar makanya kami memutuskan untuk menyampaikan dugaan gratifikasi Pemkot Bengkulu besok,” tambah dia.

Menurut Romidi pelaporan dipastikan akan lancar mengingat tim Puskaki Bengkulu sudah beberapa kali menyampaikan pelaporan dan hearing ke Kantor KPK.

“Kalau soal prosedural pelaporan insyaallah akan berjalan lancar, nanti laporan dugaan gratifikasi ini akan kita sampaikan langsung ke Divisi pelaporan KPK yang kemudian akan dibahas untuk ditindalanjuti,” jelas dia.

Romidi mengatakan adapun bukti yang ingin Puskaki sampaikan masih sama seperti yang dugaan yang dilaporkan ke Kejati Bengkulu terkait hadiah yang diberikan donatur dan penerima sumbangan dalam hal ini Pemkot Bengkulu yang bertindak sebagai instansi.

“Laporannya sederhana soal dugaan gratifikasi yang diawali oleh kebijkan walikota terkait program shalat berhadiah, bahwa instansi tidak boleh menerima hadiah kemudian adapula donatur yang sangat jelas setelah memberi hadiah mendapatkan posisi yang strategis di BUMD Kota Bengkulu,” tutupnya.

Untuk diketahui sejauh ini pelaporan dugaan gratifikasi Shalat berhadiah oleh Puskaki ini mendapat dukungan dari Indonesian Corruption Watch atau ICW.(sey)

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *