Dugaan Gratifikasi, KPK Diharapkan Turun Ke Bengkulu

Oleh Tgl: March 27, 2014

Kami hanya berharap setelah laporan itu disampaikan, penyimpangan pada program yang menawarkan banyak reward untuk jamaah yang paling banyak shalat itu bisa diungkapkan

Melyansori

BENGKULU – Koordinator Pusat Kajian Anti Korupsi Bengkulu (PUSKAKI) Melyansori mengatakan setelah data-data pelaporan dugaan gratifikasi shalat berhadiah dilaporkan ke KPK Rabu (26/3) kemarin. Pihaknya berharap anggota KPK dapat turun langsung menyelidiki laporan tersebut.

“Kami hanya berharap setelah laporan itu disampaikan, penyimpangan pada program yang menawarkan banyak reward untuk jamaah yang paling banyak shalat itu bisa diungkapkan,” kata Melyansori dengan semangat, Kamis (27/3) petang kepada bengkuluonline.com.

Menurut Melyan, dengan anggota KPK menyambangi langsung Bengkulu, dia berharap KPK bisa menganalisa langsung fakta dari laporan yang sudah disampaikan anggota PUSKAKI Romidi Karnawan dengan 2 poin laporan yakni penerima yang merupakan instansi (Pemkot Bengkulu) dan donatur yang diangkat pada posisi strategis di BUMD setelah menyumbangkan satu unit mobil.

“Iya karena itu, kita harapkan dengan KPK langsung turun ke lapangan mampu mengendalikan gratifikasi di Kota Bengkulu,” tambahnya.

Melyan mengatakan jika kedepan anggota KPK bisa menyambangi Bengkulu untuk menemukan bukti laporan tersebut dia berharap Kejati Bengkulu pun bisa membantu memberikan keterangan mengingat sebelumnya Kejati juga mengendus dugaan gratifikasi.

“Dulu kami sempat hearing ke Kejati dan Kejati juga merasakan adanya gratifikasi. Malah dulu sebelum ada penyumbang yang mendapat posisi strategis di BUMD itu,” terang dia.

Untuk diketahui dugaan gratifikasi ini baru disampaikan dan masih ditampung oleh bagian penerimaan pengaduan KPK RI untuk dikaji dan ditindaklanjuti.(sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *