DPRD Dukung Revisi Perda Retribusi Pasar

Oleh Tgl: March 28, 2014
Sofyan-hardi

Jika pemerintah menyurati DPRD untuk merevisi maka kami siap mengkaji ulang, sebab DPRD tidak bisa asal revisi tanpa permintaan pemkot, makanya kami sarankan pedagang untuk ke pemerintah

Sofyan Hardi

BENGKULU – Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu Sofyan Hardi SE sangat mendukung revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 07 tahun 2012 tentang layanan retribusi pasar jika memang dibutuhkan.

”Jika pemerintah menyurati DPRD untuk merevisi maka kami siap mengkaji ulang, sebab DPRD tidak bisa asal revisi tanpa permintaan pemkot, makanya kami sarankan pedagang untuk ke pemerintah,” katanya.

Menurutnya kenaikan tarif bagi pedagang yang menyewa kios dimana kini dinaikkan menjadi Rp 300 ribu perbulannya untuk satu kios merupakan hal yang wajar. Dan jika pedagang masih keberatan bisa menyampaikan masukkannya kepada pemkot dengan harga tarif sesuai  pendapatan para pedagang.

“Sebenarnya Perda nomor 07 tahun 2012 itu bertujuan untuk melindungi dan mengantisipasi fluktuasi kenaikan harga,” katanya.

Untuk Kota Bengkulu  jelas dia perda terkait rertribusi pasar ini sejak tahun 1980 an lalu belum pernah direvisi. Padahal semestinya perda yang berkaitan dengan PAD ini sebaiknya setiap minimal 2 tahun sekali dilakukan revisi agar dapat mengikuti perkembangan dunia usaha saat ini.

“Di Kota Bengkulu PAD nya tidak pernah meningkat setiap tahunnya karena tarifnya tidak pernah naik, sementara di daerah lain PAD dari pasarnya bisa mencapai Rp 20-30 miliar. Ya wajar saja direvisi kan ?,” jelas dia.

Lebih lanjut Sofyan berharap perda ini jangan dipolitisir dan menganggap pemerintah hanya mempertimbangkan pemasukan untuk PAD saja. Tetapi lebih jauh Perda ini dapat menyelamatkan para pedagang dari maraknya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

“Perda yang lama juga tidak efektif lagi jika diterapkan dengan kemajuan kota kita dan kalau ada pedagang yang keberatan dengan perda tersebut bisa mengajukan keberatannya ke Walikota,” tutupnya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *