Dialog Khusus, Pedagang Ogah Di Masjid At-Takwa

Oleh Tgl: March 12, 2014
Pedagang Bengkulu

Sengaja saya undang terbuka seluruh pedagang. Agar niatnya lurus, saya ingin ketemu dengan pedagang langsung. Pemerintah tidak ada niat untuk menyakiti pedagang, karena kalau niatnya baik pasti dia datang ke masjid ini

H. Helmi Hasan, SE

BENGKULU – Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE, Rabu (12/3) siang menerima puluhan pedagang untuk berdialog khusus di Masjid Akbar At Takwa. Sayangnya dari dialog tersebut diungkapkan bahwa pedagang ingin tempat dialog yang lebih formal bukan di Masjid.

Dialog khusus ini merupakan tindaklanjut dari demo ribuan pedagang dari seluruh pasar di dalam kota Bengkulu pada  Senin (10/3) kemarin. Dari pantauan dilapangan, pada dialog yang sengaja mengundang pihak pedagang ini hanya dihadiri perwakilan para pedagang yang sebelumnya diterima Hearing oleh pemkot.

Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE mengatakan Pemkot Bengkulu secara khusus megundang pedagang hadiri di Masjid Akbar At Takwa pada hari Rabu ini melalui Dinas Perindag Kota Bengkulu untuk menerima aspirasi pedagang dengan khusus. Sebab Helmi menilai terjadinya demo besar-besaran oleh hampir 3000 pedagang se Kota Bengkulu ini ditunggangi oleh pihak yang berkepentingan.

“Sengaja saya undang terbuka seluruh pedagang. Agar niatnya lurus, saya ingin ketemu dengan pedagang langsung. Pemerintah tidak ada niat untuk menyakiti pedagang, karena kalau niatnya baik pasti dia datang ke masjid ini,” katanya dihadapan para perwakilan pedagang.

Sayangnya meski difasilitasi untuk menyampaikan aspirasi perwakilan pedagang Solihin malah meminta pemkot untuk memberikan fasilitas tempat untuk berdialog yang lebih formal selain di masjid. Menurutnya hal ini sesuai dengan Petisi pedagang pasar Bengkulu bersatu yang sudah disepakati.

“Kami sampaikan bahwa pedagang yang terkena imbas Perda nomor 7 tahun 2013. Kepada walikota mengucapkan terimakasih atas undangannya. Namun, sangat disesalkan undangan tidak sesuai audensi dan dialog tentang tuntutan pedagang yang Masjid At Takwa tidak dapat dilaksanakan. Kami para pedagang ingin difasilitasi di tempat yang formal. Kami harap ini dapat tercapai dengan baik tidak dan terlalu lama,” jelasnya.

Helmi sendiri mengatakan pilihan masjid merupakan pilihan yang tepat sebab masjid adalah rumah allah tempat beribadah dan tempat menyelesaikan masalah. Bahkan menurutnya di masjidlah lebih mudah menyelesaikan masalah.

“Yang niatnya tidak baik tidak akan ke masjid. Kenapa takut ke masjid ?,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *