Dana Pribadi, Hadiah Shalat Berjamaah Bukan Gratifikasi

Oleh Tgl: March 2, 2014
Helmi Hasan, SE

Tidak ada persoalan, karena itu dana pribadi kok

H. Helmi Hasan, SE

BENGKULU – Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE mengungkapkan hadiah shalat berjamaah yang diributkan beberapa waktu lalu tidak bisa diklasifikasikan gratifikasi karena merupakan dana pribadi.

“Tidak ada persoalan, karena itu dana pribadi kok,” jelasnya, Minggu (2/3).

Mencuatnya gratifikasi ini, berawal dari adanya satu donatur yang memberi sumbangan dan pemberinya adalah kepala daerah. Dan pasti memberikan 1 unit mobil Astra Daihatsu Ayla untuk mendukung program Walikota H. Helmi Hasan, SE tersebut.

Helmi sendiri berharap segala pihak baik yang kontra maupun yang pro akan programnya dapat menerima hidayah tuhan. Mengingat niatnya dalam program ini sangat baik untuk kemaslahatan karena mengajak masyarakat kembali mengaktifkan kegiatan dimasjid-masjid melalui ibadah shalat yang efeknya dapat memberikan kemaslahatan dan menghindari terjadinya kejahatan.

“Semuanya kita harap dapat hidayah,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Salahuddin Yahya menyampaikan hadiah yang diberikan kepala daerah itu, tidak bisa dikategorikan gratifikasi mengingat belum ada satu pun hadiah yang diberikan kepada masyarakat terlebih program ini masih dalam proses.

“Apa yang mau diusut saat belum ada satu hadiah pun diserahkan ke masyarakat. Kalau memang secara hukum ada yang salah, pemerintah cukup mengembalikan mobil kepada yang niat menyumbang, kan selesai. Bila ada masyarakat yang komplain, kita tinggal tunjuk LSM mana yang tidak setuju masyarakat dapat berkah sholat berjamaah,” katanya.

Salahuddin mengatakan  pro maupun kontra dari program ini wajar saja terjadi terlebih program ini sangat menyentuh masyarakat dan berhubungan dengan khalayak ramai. Kendati demikian dia berharap semua pihak dapat berpikiran jernih dan berpresangka baik untuk program shalat berjamaah berhadiah itu.

“Mengemukakan pendapat dan berbeda pendapat dilindungi UU, karena itu pemkot melihat program yang diluncurkan dalam konteks Bengkulu-ku relegius tidak akan mungkin terbebas dari pro dan kontra. Pemkot memilih untuk lebih konsentrasi mencapai target-target menghidupkan suasana agama di Kota Bengkulu dengan program unggulah sholat berjamaah,” sampainya kepada bengkuluonline.com.(sey)

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *