Dana Anugrah Prihatin Akan Warisan Fatmawati

Oleh Tgl: March 30, 2014
Dana Maulana

Prihatinnya rumah bu Fatmawati bukan yang asli, itu yang membuat saya miris

Dana Anugrah Raffliansyah, ST, MAIB

BENGKULU – Ketua Yayasan Fatmawati Soekarno Dana Anugrah Raffliansyah, ST, MAIB mengaku prihatin akan warisan Fatmawati di Provinsi Bengkulu. Pasalnya rumah Ibu Negara Fatmawati yang berada di Jalan Fatmawati Kota Bengkulu bukanlah rumah yang aslinya.

“Prihatinnya rumah bu Fatmawati bukan yang asli, itu yang membuat saya miris,” jelas keluarga Fatmawati ini.

Dana yang tidak lain putera dari Hildawaty yang merupakan saudara kandung dengan ibu Fatmawati ini mengaku rumah tempat tinggal ayah dan ibunya Fatmawati ini sebenarnya berada di lokasi yang saat ini didirikan bangunan Bank BNI tepat di depan kantor Walikota Bengkulu.

“Kita juga tidak tahu kapan rumah tersebut direplikakan dengan rumah Fatmawaty yang berada di Jalan Fatmawati meski rumah tersebut masih berarsitektur khas Bengkulu dan tidak terlalu berbeda jauh dengan rumah yang aslinya,” jelas Dana lagi.

Kemudian caleg DPR RI nomor 2 dari  PDIP ini juga menyayangkan bandara yang menggunakan nama Fatmawati Soekarno ini, kondisinya masih sangat tidak sesuai dengan dengan namanya.

“Saya juga prihatin dengan kondisi bandara Fatmawati yang masih sangat tidak sesuai padahal menggunakan nama ibu Negara apalagi sebelum renovasi ketika HPN,” jelas dia.

Menurutnya bandara Fatmawati sudah seharusnya dikembangkan mengingat bandara ini berlokasi strategis di Kota Bengkulu dan menjadi pusat transportasi udara masyarakat Provinsi Bengkulu.

”Iya yang saya lihat malah bandara Fatmawaty direnovasi karena keperluan sesaat ketika HPN saja. Seharusnya kan dengan penggunaan nama orang yang besar harus dibesarkan juga,” paparnya.

Karena itu kata dia untuk menyemarakkan dan memperkenalkan Bengkulu yayasan Fatmawaty yang dirinya pimpin terus memperkenalkan sejarah Bengkulu salah satunya dengan alat musik dol dan juga tarian tradisional Bengkulu.

“Karena kita lihat Bengkulu masih kurang dikenal wisatawan. Ini dikarenakan minimnya sosialisasi. Berangkat dari situ saya terus menggalakan dan memperkenalkan apa saja yang Bengkulu punya,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *