Calon Kada Jangan Cuma Populer

Oleh Tgl: March 20, 2014
kepala_daerah

Karena kalau hanya untuk memenangkan pilkada dan orientasinya hanya itu, atau hal itu tidak tercapai, namun yang dicari adalah calon pemimpin bagi rakyat

Agum Gumelar

BENGKULU – Para calon Kepala Daerah (Kada) dihimbau untuk tidak hanya mementingkan popularitas semata. Namun harus bisa memberi jaminan untuk berbuat lebih untuk kemajuan daerah.

Ketua DPD purnawirawan dan warakawuri TNI/Polri Agum Gumelar mengatakan, calon kada jangan hanya bisa memenangkan pilkada, namun bisa membawa daerah ini maju.

“Karena kalau hanya untuk memenangkan pilkada dan orientasinya hanya itu, atau hal itu tidak tercapai, namun yang dicari adalah calon pemimpin bagi rakyat,” katanya.

Disisi lain, katanya, partai politik sebagai perahu, selalu saja mencari dari kadernya yang populis, seperti selebritislah, bintang film lah, yang setelah menang, kemudian dilepas. Setelah itu, katanya, Gubernur sama wagubnya berantem, bupati sama wakil bupatinya berantem, Gubernur mau kawin lagi, pengusung tidak mau ambil pusing.

“Seharusnya kita dewasa dan itulah harapan kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan, katakanlah ingin mencari pemimpin yang tegas, namun hendaknya masyarakat Jangan salah mengartikan tegas.”Tegas itu bukan berarti lempar asbak, bukan main pukul, bukan main tembak, bukan dari mulut keluar kebun binatang,” katanya.

Untuk itulah, katanya, tugas kita semua bagaimana mendewasakan rakyat untuk memilih pemimpin. “Sementara, bagi pemimpinnya, harus betul-betul diniati oleh keinginan untuk mengabdi, jangan hanya sekedar mencari kekuasaan,”

Menurutnya, masyarakat harus mencari pemimpin yang melayani masyarakat. “Kedepan, justru peran swasta yang akan mengedepan, peran rakyat yang mengedepan, bukan lagi zamannya pemimpin yang arogan,” jelasnya.

Saat ini, meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di provinsi Bengkulu,  kabupaten Kaur, Seluma, Kepahiang, Lebong, dan Mukomuko masih 1 tahun lagi, namun sejumlah nama mulai menampilkan diri.

Oleh karena itu, katanya, pembangunan harus berkesinambungan, sorang pemimpin yang harus punya tekad kuat. “Kemudian, pemimpin yang baru, juga harus meninggalkan yang tidak baik dari pemimpin sebelumnya tanpa hujat menghujat, harapnya.(Fr1)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *